Beranda Pemerintahan Petani Rolak 70 Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

Petani Rolak 70 Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Petani penggarap lahan Rolak 70 di Desa Juwet dan Pare Lor Kecamatan Kunjang kabupaten Kediri Jawa Timur mengancam akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk mengusir penambang pasir di kawasan tersebut.

Para petani mengaku sangat resah dengan aktifitas tambang pasir yang tetap beroperasi meskipun sudah dinyatakan ditutup oleh pihak Kepolisian. Keresahan petani makain memuncak, setelah beredar kabar kawasan Rolak 70 seluas 70 hektar akan dialihfungsikan dari lahan pertanian menjadi danau.

Agustianto, pendamping petani Rolak 70 mengatakan, saat ini petani sudah merasakan dampak negatif penambangan pasir karena lahan di sekitar galian tidak bisa ditanami lagi.

| Baca Juga:  DPRD Tindak Lanjuti Aduan Warga Terkait Galian C Rolak 70

“Apalagi saat ini muncul isu bahwa kawasan Rolak 70 akan dijadikan danau. Warga setempat yang sebelumnya mengandalkan dari hasil pertanian menjadi was-was karena sumber ekonomi mereka terancam,” ujar Agustianto kepada reporter AGTVnews.com, Rabu (25/10/2017).

Ditambahkan Agustianto, aktifitas galian C di Rolak 70 sempat berhenti setelah ada aksi unjuk rasa warga beberapa waktu lalu. Namun, saat ini aktifitas penambangan pasir buka kembali bahkan dalam skala lebih besar.

“Kami pernah mengadukan ke Pemerintah Daerah termasuk ke DPRD Kabupaten Kediri untuk menindak galian C di Rolak 70. Namun kelihatannya hal tersebut diabaikan dan dilakukan pembiaran,” ujar Agustianto gusar.

| Baca Juga:  Konflik Rolak 70 Semakin Memanas, DPRD Turun Tangan

Warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kediri dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar secepatnya mengambil tindakan dan berkoordinasi untuk menghentikan aktifitas dan mencabut izin pengelolaan tambang galian C tersebut.

“Evaluasi kembali proses perijinannya karena tidak ada koordinasi dengan pihak Desa setempat sehingga legalitasnya sangat diragukan,” imbuh Agustianto.

Jika tidak ada langkah kongkrit dari pihak terkait, warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. “Kalau tidak ada tindakan, maka warga akan melakukan aksi besar-besaran dan akan melakukan penutupan secara paksa,” pungkasnya.(*)

Reporter: Rianto