Beranda Peristiwa Usai Didemo Warga, Tambang Rolak 70 Tetap Beroperasi

Usai Didemo Warga, Tambang Rolak 70 Tetap Beroperasi

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Aktifitas tambang pasir di kawasan Rolak 70 Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri ternyata tetap beroperasi, Rabu (11/10/2017). Puluhan truk tetap hilir mudik mengangkut pasir seperti biasa.

Khorul Anam, koordinator warga Rolak 70 yang menolak adanya tambang pasir menyatakan, beroperasinya kembali aktifitas tambang ini seolah ingin mengejek warga yang melakukan unjuk rasa pada Senin kemarin.

“Kita akan pertanyakan masalah ini kepada pihak Kepolisian. Sebab saat unjuk rasa itu, polisi nyata-nyata telah menutup kegiatan tambang dan mengeluarkan alat berat dari lokasi,” ujar Khirul Anam kepada reporter AGTV.

Ditambahkan Khoirul Anam, warga juga menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri yang terkesan tutup mata terjadinya konflik warga dengan pengelola galian C di wilayah Rolak 70 Desa Juwet dan Pare Lor Kecamatan Kunjang.

Masyarakat menganggap para wakil rakyat yang duduk sebagai anggota dewan di DPRD Kabupaten Kediri telah mengabaikan permasalahan yang sedang dialami masyarakat petani karena lahannya dirusak oleh pengelola galian C Rolak 70.

“Kami menutut tanggungjawab anggota DPRD. Tolong dicek di lapangan terkait adanya permasalahan yang sedang terjadi,” ucap Khoirul Anam.

| Baca Juga:  Soal Honor PPK Belum Dibayar, Ketua KPU: Itu Terlalu Dipolitisir

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, aksi protes warga dengan menggelar demo di lokasi Galian C Rolak 70 pada Senin siang (09/10/2017) karena merasa dilecehkan oleh pengelola galian sebab ada beberapa lahan tanaman jagung yang dirusak tanpa ada pemberitahuan maupun kompensasi. Bahkan mereka juga mencurigai legalitas perijinan yang dikantongi pengelola untuk melakukan penambangan di kawasan aliran Sungai Konto tersebut.

“Kalau memang ada ijin, lalu yang perlu dicermati adalah bagaimana mereka beroperasi dan dampak lingkungannya. Bisa dilihat sendiri, mereka menambang pasir di kedalaman 8 meter, padahal disamping kanan-kirinya adalah areal pertanian yang masih ada tanamannya,” tandas Khoirul Anam.

Polisi Sempat Serukan Aktifitas Galian C Dihentikan

Kabag Ops Polres Kediri Kompol Irpan yang memimpin pengamanan aksi warga saat itu menyatakan, berjanji menutup semua aktifitas penggalian yang ada di kawasan Rolak 70 tersebut.

“Kita pastikan akan menutup aktifitas pertambangan. Bapak dan ibu bisa percaya kepada Saya. Bila nanti sepulang dari sini masih ada yang beroperasi, silakan menghubungi Saya,” tegas Kompol Irpan.

| Baca Juga:  Persik Kediri Kenalkan New Jersey di Laga 2020

Tindakan tegas yang dilakukan Kompol Irpan dengan menutup aktifitas pertambangan, sempat memberi harapan positif warga. Sebab selama ini berkembang isu bahwa penambangan di kawasan Rolak 70 dilindungi oleh aparat.

Konflik antara petani penggarap dan pengelola penambangan pasir di Kawasan Rolak 70 bukan kali ini saja terjadi. pada tahun 2015 silam warga juga pernah nyaris bentrok dengan pengelola tambang karena masalah yang sama.

Para petani penggarap merasa dirugikan dengan aktifitas tambang pasir tersebut. Karena aktifitas mereka merusak lahan pertanian dan mengancam mata pencaharian mereka. Sedangkan bagi pengelola tambang, aktifitas mereka sudah sesuai aturan karena memiliki ijin legal dari pihak terkait.

Kawasan Rolak 70 merupakan daerah aliran sungai (DAS) Konto yang dilewati aliran lahar Gunung Kelud. Di kedalaman tertentu memang terdapat endapan pasir hasil erupsi Gunung Kelud pada jaman dahulu. Saat ini daerah tersebut menjadi areal persawahan yang subur.(*)

Reporter: Rianto