Beranda Viral Fakta Tersembunyi Tentang Candi Penataran, Mulai Sumpah Gajahmada Sampai Tolak Balak Gunung...

Fakta Tersembunyi Tentang Candi Penataran, Mulai Sumpah Gajahmada Sampai Tolak Balak Gunung Kelud

BERBAGI
candi Penataran yang terletak di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. (foto:web Pemkab Blitar)

Blitar, AGTVnews.com – Candi Penataran merupakan candi terbesar di Jawa Timur, yang terletak di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Banyak yang mengira Candi Penataran merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, namun ternyata Kerajaan Kediri turut andil dalam pembangunan candi ini.

Redaksi AGTVnews.com merangkum beberapa fakta yang sampai saat ini masih belum banyak yang mengetahuinya perihal seluk beluk Candi Penataran ini.

1. Candi Penataran Adalah Candi Palah

Lebih dikenal dengan nama candi Penataran, awalnya candi ini disebut sebagai Candi Palah. Mengutip Wikipedia, hal ini diketahui dari prasasti yang tersimpan di bagian candi. Dari prasasti tersebut disebutkan nama candi Palah merupakan candi tempat pemujaan.

Namun lambat laun nama Palah tidak lagi terdengar dan lebih dikenal dengan nama Candi Penataran. Penyebutan nama candi ini kemungkinan diidentikkan dengan lokasi candi di Desa Penataran.

|video rekomendasi untuk anda:

2.Candi Penataran Merupakan Peninggalan Kerajaan Kediri

Candi terbesar dan termegah di Jawa Timur ini ternyata awal pembangunannya pada jaman kerajaan Kediri. Dari Prasasti di dalam candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi.

| Baca Juga:  Dihantam Gelombang, Nelayan Pantai Pasur Hilang

Kerajaan Kediri atau Kadiri hadir di nusantara pada tahun 1045 M sampai tahun 1222 M. Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Mengingat masa pembangunannya berada pada jaman kekuasaan Kerajaan Kediri, hampir dipastikan beberapa bagian candi dibangun pada masa itu.

3. Candi Penataran Sebagai Pemujaan Tolak Balak Letusan Gunung Kelud

Awalnya Candi Palah atau Penataran ini berfungsi sebagai tempat upacara pemujaan agar terhindar dari marabahaya letusan Gunung kelud. Gunung Kelud merupakan gunung berapi aktif dengan pola letusan yang unik. Untuk melakukan pemujaan ini Candi Penataran dibangun di lereng barat daya Gunung Kelud, pada ketinggian 450 meter diatas permukaan laut.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang candi Penataran. (foto: instagram)

Warga Blitar diketahui sejak lama hidup dalam ancaman letusan Gunung Kelud. Tidak mengherankan, pada masa itu perlu dibuat sebuah tempat pemujaan dekat Gunung Kelud untuk menaklukkan amarahnya.

4. Kerajaan Besar Nusantara Ikut Membangun Candi Penataran

Awalnya candi Penataran di bangun pada jaman kerajaan Kediri. Pada tahun 1286 di komplek candi Penataran, ditambah sebuah candi yang bernama Candi Naga. Disebut candi Naga karena terdapat relif yang menggambarkan sembilan orang yang menyangga seekor naga. Relief ini melambangkan angka tahun 1208 Saka masa pemerintahan Kertanegara.

| Baca Juga:  Kemeriahan CFD Pare

Baca juga: Sejarah Candi Penataran Lengkap Serta Pengaruh 3 Kerajaan Besar Nusantara

Kertanegara merupakan raja besar Singashari yang mampu meluaskan kerajaannya hingga ke wilayah Melayu (Pamalayu). Setelah Singashari runtuh, Candi penataran kembali diluaskan pembangunannya saat pemerintahan Jayanegara, yang dilanjutkan oleh Tribuanatunggadewi dan Hayamwuruk. ketiga nama tersebut merupakan Raja besar dari kerajaan Majapahit.

Dengan demikian, tiga kerajaan besar di nusantara meninggalkan jejak mereka dalam bangunan megah Candi Penataran

5. Sumpah Palapa Gajahmada Diucapkan di Candi Penataran

Candi penataran menjadi tempat yang paling disenangi raja Hayam Wuruk saat melakukan perjalanan termasuk juga Mahapatih Gajahmada. Dari beragam cerita diketahui, Mahapatih Gajahmada mengucapkan sumpahnya “Sumpah Palapa” di area Candi Penataran ini.

Tidak hanya itu, abu Ken Arok pendiri Tumapel yang menjadi cikal bakal kerajaan Singashari pernah disimpan di candi ini. Seorang raja besar lainnya, dari Majapahit Raden Wijaya, abunya juga pernah disimpan di Candi Penataran ini.(*)

Editor: Linda Kusuma Wardhani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here