Beranda Pemerintahan Ketersediaan Pupuk di Tulungagung Hingga Akhir Tahun Aman

Ketersediaan Pupuk di Tulungagung Hingga Akhir Tahun Aman

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Memasuki musim tanam ketiga, ketersediaan pupuk di wilayah Tulungagung Jawa Timur aman hingga akhir tahun nanti. Sejumlah petani yang ada di wilayah pegunungan saat ini memasuki musim tanam bersamaan. Untuk kondisi ini Dinas pertanian (Dispertan) Tulungagung, menambah kuota pupuk bersubsidi bagi petani sebanyak 7.681 ton.

Tambahan pupuk bersubsidi tersebut diberikan bagi 56 ribu petani yang ada di wilayah Tulungagung. Kuota pupuk bersubsidi yang diberikan diantaranya, pupuk urea 500 ton, ZA 763 ton, SP 367 ton, phonska 2.845 ton, dan pupuk organik 3.566 ton. Sementara Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk kebutuhan pupuk bersubsidi selama satu tahun, pupuk urea 25.701 ton, ZA 11.346 ton, SP 36 1.738 ton, phonska 15.005 ton, dan pupuk organik sebanyak 14.429 ton.

| Baca Juga:  Kembangbiakan Phyton Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Per -Bulan

Menurut Kasi pupuk pestisida dan alat mesin pertanian Disperta Tulungagung, Tri Widiyono Agus Basuki, dari total RDKK tersebut bisa memenuhi kebutuhan untuk 56 ribu petani dengan luasan lahan 25 ribu hingga 30 ribu hektar. Satu luasan lahan dapat ditanami lebih dari 1 kali tanam, sehingga dengan adanya tambahan pupuk tersebut, ketersediaan pupuk akan aman hingga akhir tahun 2017.

“Dengan adanya tambahan kuota pupuk bersubsidi tersebut, yang awalnya petani di pegunungan tidak mengambil pupuk. Saat hujan turun ini banyak permintaan dari mereka, karena sudah masuk musim bercocok tanam. Jadi untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Tulungagung ini stoknya aman,” ujar Tri Widiyono.

| Baca Juga:  Disnak dan Keswan Tulungagung Gelar Sidak Hewan Kurban, Jelang Idul Adha

Selama musim kemarau kemarin, petani yang ada di wilayah pegunungan tidak melakukan aktifitas bercocok tanam, karena air yang sulit didapat. Saat memasuki musim penghujan, para petani di pegunungan kembali melakukan aktifitas bercocok tanam mereka.(*)

Reporter: Wawan Setiawan