Beranda Peristiwa Ponorogo Dilanda Banjir dan Longsor

Ponorogo Dilanda Banjir dan Longsor

BERBAGI

Ponorogo, AGTVnews.com – Hujan yang terjadi hampir sehari penuh di Kabupaten Ponorogo menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo memberikan status siaga bencana di seluruh wilayah Kota Reog, Rabu (29/11/2017).

Luapan air menggenangi 6 kecamatan yakni Kecamatan Badegan, Kauman, Sukorejo, Bungkal, Balong, dan Slahung. Ini setelah naiknya ketinggian air anak Bengawan Sekayu.

Banjir juga terjadi akibat luapan sungai Taap di Desa/Kecamatan Kauman yang membuat 10 Kepala Keluarga terdampak. Tak hanya itu akibat kondisi ini Polres Ponorogo terpaksa menutup sementara jalur penghubung Kecamatan jalur Jembatan Taap lantaran ketinggian air yang telah menyentuh badan jembatan membuat rekahan dan jembatan bergoyang.

| Baca Juga:  Intensitas Hujan Tinggi, Sekolah Terendam Banjir

Data BPBD Kabupaten Ponorogo menyebutkan, longsor terjadi di dua wilayah Kabupaten Ponorogo yakni, longsor tebing 8 meter dan menerjang rumah Suryono (45) warga RT 4 RW 1 Dusun Ngembel Desa Baosan Kecamatan Ngrayun. Longsor lainnya menimpa plesengan setinggi 7 meter hingga menimpa rumah Jumani (57) warga Duku h Bintoro RT 2 RW 2 Desa Bekiring Kecamatan Pulung.

Himbau Tetap Waspada

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekronstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, akibat curah hujan yang terus terjadi di Ponorogo sejumlah wilayah terkena dampak. Bahkan saat ini pihaknya terus memantau perkembangan bencana di sejumlah wilayah di Ponorogo.

| Baca Juga:  Seniman Reog Geruduk Kantor DPRD Ponorogo

”Saat ini Ponorogo berstatus Siaga, bahkan 6 kecamatan di aliaran anak sungai sekayu berstatus waspada bencana,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/11/2017).

Diungkapkan, melihat hujan yang terus terjadi dimungkinkan bencana banjir dan longsor akan terus terjadi. Untuk itu pihaknya meminta warga Ponorogo untuk terus waspada dan mengantisipasi ketinggian air. ”Untuk saat ini masih terkendali, namun kami minta warga untuk waspada karena debit air sungai terus meningkat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV