Beranda Peristiwa Warga Pertanyakan, Normalisasi Tambang Aliran Lahar Kelud Sebagai Lahan Bisnis

Warga Pertanyakan, Normalisasi Tambang Aliran Lahar Kelud Sebagai Lahan Bisnis

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Sosialisasi adanya kegiatan normalisasi tambang aliran lahar Gunung Kelud di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri diwarnai beragam keritikan dari warga. Warga menanyakan apakah kegiatan tersebut merupakan kegiatan normalisasi ataukah menjadi lahan bisnis bagi pihak pengelola.

Normalisasi tambang aliran lahar kelud ini dilakukan oleh PT.Empat Pilar Anugerah Sejahtera. Namun warga menilai pengambilan material dalam aliran untuk penguatan tanggul ini tidak untuk dijual, namun kenyataan warga melihat pihak pengelola justru menjual material tersebut. Sementara sosialisasi yang dilakukan juga setelah ijin sudah jadi.

| Baca Juga:  Jembatan Putus Warga Serbu Jasa Perahu Tambang

Menurut Hernowo perwakilan warga mengatakan, masyarakat mempertanyakan siapa yang akan menjamin tentang sumber air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar bila terjadi penyumbatan saluran sumber air.

“Harusnya ada komitmen sebelum ada ijin. Kami berharap ada sosialisasi ke tiap Desa sehingga ada jaminan tentang kelestarian lingkungan,” ucap Hernowo.

Pernyataan yang sama disampaikan Kades Asmorobangun ,Jasatin, tentang lama waktu kontrak pertambangan tersebut. Karena bila aktifitas dilakukan dalam jangka waktu lama, maka akses jalan kampung yang baru dibenahi bisa berpotensi rusak lagi.

| Baca Juga:  Pasien Positif Corona di RSUD Kediri Dinyatakan Sembuh

Sementara itu pihak pengelola melalui penasehat hukumnya Kristanto Heri berjanji akan memberikan sosialisasi ke tiap Desa. Sedangkan untuk akses jalan akan dilakukan dengan pihak terkait.

“Kami ini menemukan titik kesepahaman. Kami masih persiapan tambang. Terutama 8 Desa wilayah Kecamatan Puncu akan kami berikan sosialisasi. Masalah Air juga akan kami bahas lebih lanjut. Kami belum operasi ada atau tidak keuntungan disitu,” ujar Kristanto.

Lama kontrak pertambangan adalah 5 tahun, namun bila belum selesai maka akan diperpanjang serta dievaluasi tiap tahunnya.(*)

 

Reporter : Rianto