Beranda Hukum Kriminal Butuh Tambahan Biaya Hidup, Nenek Paruh Baya Jual Pil Koplo

Butuh Tambahan Biaya Hidup, Nenek Paruh Baya Jual Pil Koplo

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Suprihatin (52 tahun), warga Desa Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, diamankan anggota Satreskoba Polres Blitar, karena kedapatan menjual pil koplo merk baru ‘MF’. Petugas berhasil mengamankan 68 butir pil MF dan uang tunai sebesar Rp 50 ribu. Untuk menyamarkan penjualannya, pelaku menyimpan pil koplo tersebut di barang pracangan jualannya.

Menurut Kapolres Blitar, AKPB Slamet Waluyo, pelaku bisa diamankan petugas, dari hasil laporan masyarakat. Masyarakat mengaku resah, karena banyak anak muda yang datang ke warung tersebut dan membeli sesuatu yang mencurigakan.

“Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, akhirnya petugas melakukan penyelidikan selama satu minggu, akhirnya pelaku berhasil ditangkap beserta barang buktinya. Kebanyakan yang membeli adalah anak-anak muda. Obat berbahaya tersebut dijual pelaku dengan harga Rp 15 ribu satu plastik berisi 4 butir pil MF,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan. dari hasil tes kit yang dilakukan pil MF ini sama dengan pik dobel L yang merupakan obat keras berbahaya. Peredaran obat ini garus melalui resep dokter dan tidak bisa bebas diperjual belikan.

| Baca Juga:  2 Polisi Bantu Persalinan ODGJ Diganjar Penghargaan

Sementara itu, menurut tersangka, dia hanya menjualkan saja obat tersebut. Obat itu merupakan titipan dari seseorang yang tidak dikenalnya.

“Saya hanya dititipi suruh njualkan obat itu, Katanya obat batuk dextro yang mereknya ganti. Nanti uang hasil penjualan ini suruh ngambil saja, tidak usah dikasihkan ke orangnya. Saya ndak tau sapa orang itu,” jelas Suprihatin.

Suprihatin mengaku, uang hasil penjualan pil ‘MF’ itu digunakan untuk tambahan biaya untuk hidup sehari-hari. Hasil dari jualan warung kecilnya tidak mencukupi.

Polres Blitar masih terus melakukan penyelidikan termasuk untiuk mencari pemasok obat tersebut. Sementara pelaku akan dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Reporter: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here