Beranda Ekonomi Bisnis Jelang Natal, Harga Sembako di Sejumlah Daerah Alami Kenaikan

Jelang Natal, Harga Sembako di Sejumlah Daerah Alami Kenaikan

BERBAGI

Trenggalek, AGTVnews.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga komoditas sayur mayur yang ada di pasar tradisional Trenggalek Jawa Timur, mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi sudah sekitar satu minggu terakhir. Sejumlah pedagang mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut, karena pasokan yang masuk ke pedagang tidak mengalami perubahan.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan diantaranya tomat, telur ayam, cabai merah besar, cabang merah keriting serta daun seledri. Tomat yang sebelumnya Rp 4000/kilogram, kini naik menjadi Rp 12 ribu/kilogram . Sementara cabai merah besar yang semula Rp 16 ribu/kilogram melonjak menjadi 32 ribu rupiah per kilogram.

Salah satu pedagang di pasar, Siti, mengaku pasokan dari distributor tidak mengalami kendala dan tetap lancar, meski demikian harga sayur-mayur mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

| Baca Juga:  Danrem 081/DSJ Terima Paparan Kesiapan TMMD Ke-105 di Trenggalek

“Beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai,tomat seledri, telur. Harga yang stabil yakni bawang merah dan bawang putih yang ada di kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu. Sementara harga telur yang sebelumnya Rp 16 ribu sekilonya, saat ini menjadi Rp 23 ribu,” ujar Siti.

Diperkirakan kenaikan harga kebutuhan akan terus terjadi hingga menjelang tahun baru nanti.

Harga Naik, Pedagang Pasar di Nganjuk Bingung Jual Dagangannya

Kenaikan harga juga terjadi di pasar tradisional Sukomoro Nganjuk Jawa Timur. Sejumlah sayur mayur mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini mengakibatkan pedagang kebingungan untuk menjual dagangan mereka. Sundari, salah satu pedagang di pasar Sukomoro mengatakan, musim hujan dan menjelang natal mengakibatkan harga-harga mengalami kenaikan.

| Baca Juga:  Sebuah Gudang Akar Jati di Nganjuk Terbakar

“Sudah satu minggu ini harga-harga mengalami kenaikan. Karena hujan, jadi sayurannya banyak yang gampang busuk. Selain itu biasanya kalau mau Natal dan tahun baru ini banyak pembeli, jadi harga-harga naik semua,” ujar Sundari.

Sementara itu, salah satu pembeli sayur-mayur Narko, mengaku bingung dengan naiknya harga-harga ini. Karena sayur-sayuran tersebut dijual kembali, sehingga pembelinya menjadi berkurang.

“Kalau harga -harga naik seperti ini, saya bingung mau njualnya lagi gimana. Lha saya belinya sudah mahal, njualnya khan juga lebih mahal lagi,” ujar Narko.

Narko dan Sundari hanya bisa berharap, pemerintah secepatnya menstabilkan harga-harga yang melambung tersebut.(*)

Tim Liputan AGTV