Beranda Advetorial Kurikulum 2013 Rangsang Siswa Lebih Aktif dan Kreatif Belajar

Kurikulum 2013 Rangsang Siswa Lebih Aktif dan Kreatif Belajar

BERBAGI

Kediri AGTVnews.com – Penggunaan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar menjadi pekerjaan tersendiri bagi seorang pendidik.Karena sistem yang digunakan berbeda, tidak lagi komunikasi satu arah namun dua arah. Dalam kurikulum 2013 siswa dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran. untuk itu perlu adanya pendampingan Implementasi kurikulum 2013.

Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 ini di Kabupaten Kediri dilaksanakan di Convension Hall, Simpang Lima Gumul, Kamis (30/11/2017). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan seluruh kepala sekolah serta guru SD Se-Kabupaten Kediri.

Menurut PLt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Subur Widiono, kegiatan pendampingan tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan sejak September 2017. Jumlah peserta tercatat sebanyak 1.180 terdiri dari kepala sekolah dan guru SD Se-Kabupaten Kediri. Dimana melibatkan pendamping yang berasal dari Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

 

“Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, mengasah kemampuan dan pengalaman para guru SD terkait perubahan kurikulum ini. Harapannnya kedepan dengan adanya kegiatan pendampingan ini semoga secara kemampuan dan secara kualitas dapat segera menyesuaikan dengan kurikulum tersebut.” ujar subur dalam sambutan acara Penutupan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri.

Subur mengharapkan, para guru nanti yang telah mendapatkan pendampingan untuk segera merubah mindset dan cara mengajarnya. Dimana kurikulum lama guru sebagai pengajar memberikan metode pembelajaran sarana komunikasi satu arah saja. Tetapi dengan kurikulum 2013 (K’13), guru menjadi fasilitator yang bisa mendampingi anak-anak dengan model komunikasi dua arah yaitu membiarkan anak yang lebih aktif dalam belajar saat disekolah.

“Selama pendampingan kami memberikan wawasan bagaimana cara guru mengajar dengan K’13, pertama-tama guru mengajar didalam kelas kemudian anak-anak diajak keluar untuk mengimplemasikan pelajaran yang telah diajarkan oleh guru dengan lingkungan sekitarnya,” tambah Subur.

Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno berpesan kepada pendidik dengan adanya perubahan kurikulum jenjang SD ini, diharapkan guru harus segera menyesuaikan diri dengan situasi saat ini. Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.

“Tahun ini saya juga berkesempatan mengajar di SD Simbar Lor, Plosoklaten dan metode mengajar saya ajak diskusi dua arah dan berada di luar kelas. Yang menarik, ketika saia bertanya tanaman kacang yang dimakan apanya? Anak-anak menjawab buahnya. Padahal kan akarnya.” Jelas Bupati.

Dengan langsung terjun mengenal lingkungan, anak-anak akan semakin peduli dan mencintai terhadap lingkungan sekitarnya. Yang terpenting adalah bagaimana merubah mindset seorang guru yang awalnya sebagai narasumber utama dalam mengajar, yaitu guru berbicara murid mendengarkan komunikasi satu arah, akan tetapi sekarang guru adalah fasilitator dalam proses belajar mengajar. Kalau para guru ini masih merasa kurang ilmunya dalam mengajar gunakan 20% dari uang sertifikasi harus digunakan untuk meningkatkan mutu dan kemampuan.” tambah Bupati.

 

Ingin melihat hasil dari pendampingan guru selama 3 bulan, Bupati Kediri memanggil beberapa guru untuk maju kedepan dan mempresentasikan inti dari kegiatan pendampingan tersebut. Salah satug Guru SD Plosolor Kec. Plosoklaten dengan lancar menerangkan bagaimana mengajar dengan K’13 ini. Disampaikannya poin utama adalah bagaimana cara memberikan tindakan kepada anak agar tidak hanya abstrak saja tetapi juga kongkrit contohnya setelah mengajar didalam kelas anak diajak keluar untuk melihat hal diajarkan tersebut.

Melihat dari dekat memang dunia pendidikan saat ini telah menuntut pendidik meningkatkan wawasan, teknologi, serta upgrade kompetensinya. Metode komunikasi dua arah akan memberikan siswa berani berekspresi, berpartisipasi aktif dan merangsang pola berpikir siswa.(*)

Tim Liputan AGTV