Beranda Hukum Kriminal Motor di Parkiran, Celah Polres Kota Blitar Ungkap Komplotan Curanmor Sekolah

Motor di Parkiran, Celah Polres Kota Blitar Ungkap Komplotan Curanmor Sekolah

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Sindikat pencurian kendaraan bermotor yang sering melakukan aksinya di wilayah Kota Blitar, berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Blitar Kota. Bahkan pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap. Tiga pelaku yang berhasil ditangkap yakni AH warga Desa Temberejo Kecamatan Kejayan Kabupaten pasuruan, MM warga Kecamatan Blendongan Kabupaten Pasuruan, dan NA warga Kecamatan Kejayan Kabupaten pasuruan.

Ketiga pelaku berhasil ditangkap berdasarkan laporan masyarakat, yang curiga dengan adanya sepeda motor yang diparkir di penitipan sepeda motor selama dua hari tanpa diambil pemiliknya. Masyarakat yang curiga kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian Polres Kota Blitar.

Kapolres Kota Blitar, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, setelah adanya laporan dari masyarakat, akhirnya petugas selama dua hari terus menerus melakukan pengintaian. Saat yang menitipkan motor tersebut mengambil kendaraannya akhirnya dilakukan penangkapan.

“Dari dua pelaku ini yang ditangkap petugas, terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan yang membahayakan petugas. Mereka bisa tertangkap karena adanya laporan dari masyarakat. Setelah dua pelaku kita tangkap, akhirnya mengarah pada pelaku lain yang berhasil kami tangkap di wilayah Lumajang.

Kapolresta menambahkan, pelaku merupakan spesialis pencuri yang ada di sekolah-sekolah. Modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan menyamar sebagai guru danjuga sebagai pelajar di sekolah yang dijadikan sasaran.

| Baca Juga:  Jambret Pengincar Perempuan Ditangkap Polisi

“Jadi awalnya, mereka naik bus dari Pasuruan kemudian turun di Tulungagung. Nah di Tulungagung mereka melakukan aksinya, dengan menyamar sebagi guru dan murid. Kemudian motor hasil curian ini dibawa ke Kota Blitar, untuk melakukan kembali aksinya,” jelas Kapolres.

Dari pengakuan salah satu tersangka sendiri, AH, dirinya baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut dengan upah sebesar Rp 1,5 juta. Karena postur tubuhnya yang kecil, dirinya kebagian tugas untuk menyaru sebagai siswa, dan mengambil kendaraan.

“Biasanya untuk melakukan aksi pencurian tersebut upah yang diterima sebesar Rp 1,5 juta. Uang itu untuk sepaket aksi. Hasilnya digunakan untuk membayar kontrakan dan juga untuk keperluan hidup.

Pelaku ini sudah melakukan aksi sebanyak 17 kali di wilayah Tulungagung dan Kota Blitar. “Nampaknya memang mereka ini menjadikan sekolah sebagai sasarannya. Mungkin seringkali pelajar atau anak-anak muda ini teledor, kunci masih terpasang, atau motor tidak dikunci ganda,” tambah AKBP Adewira.

Kebanyakan motor yang menjadi sasaran pencurian adalah motor sport laki, yang meungkin banyak peminatnya. Para pelaku menjual barang curiannya di wilayah Lumajang dalam kondisi utuh, punkas Kapolres Kota Blitar.

| Baca Juga:  Kompak Menjambret Kakak Beradik di Blitar Masuk Bui

Sebelumnya aksi pencurian di beberapa sekolah di Kota Blitar ini sempat terekam kamera cctv. Berkat kejelian petugas akhirnya pelaku berhasil dibekuk. ketiga pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Petugas sendiri masih mengejar satu orang sebagai penadah motor curian yang identitas dan ciri-cirinya sudah dikantongi petugas.

Polres Kota Blitar, Langsung Kembalikan Motor Curian ke Pemiliknya

Siti Rokmawati, warga Desa Papungan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, bisa tersenyum lega karena sepeda motor sporty milik anaknya yang hilang saat ditinggal sholat di Masjid Al-Mubarok berhasil ditemukan pihak kepolisian Polres Kota Blitar dlam keadaan Utuh.

“Saya senang sekali, motor anak saya bisa kembali dan kondisinya utuh. Terimakasih buat kepolisian Polres Blitar Kota yang sudah berhasil menemukan kembali motor itu.

Sementara itu Kapolres Kota Blitar sendiri mengatakan, siapapun pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Blitar jangan harap bisa lolos, karena kita tidak akan beri ampun,” tegas AKBP Adewira Negara Siregar.

Polres Kota Blitar langsung mengembalikan bukti kendaraan yang sudah berhasil diamankan ke pemiliknya. Kapolresta berharap agar masyarakat lebih waspada dalam meletakkan kendaraan mereka.(*)

 

Reporter: Linda Kusuma