Beranda Pemerintahan Panwaslu: ASN Trenggalek Harus Netral Dalam Pilkada Jatim 2018

Panwaslu: ASN Trenggalek Harus Netral Dalam Pilkada Jatim 2018

BERBAGI

Trenggalek, AGTVnews.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, menghimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjaga netralitas, meski Bupati Trenggalek maju dalam pemilihan tersebut.

Bupati Trenggalek Emil dardak akan mendampingi Khofifah Indar Parawansa yang maju sebagai calon Gubernur sebagai calon wakil Gubernur mendampingi Menteri Sosila Khofifah Indar Parawansa yang maju sebagai calon Gubernur.

Menurut Agus Trianta Ketua Panwaslu Kabupaten Trenggalek, pihaknya mulai melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilihan kepala daerah, termasuk mengawasi kemungkinan adanya ASN atau PNS yang terlibat dalam politik praktis pilkada Jatim

“Kita harus mengawasi adanya kesempatan yang bisa digunakan. Meski saat ini belum ada proses pendaftaran maupun penetapan calon kepala daerah, namun pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap para ASN, TNI maupun Polri. Hal ini dilakukan agar para aparatur negara ini benar-benar netral dalam pilkada Jatim nanti,” ujar Agus.

| Baca Juga:  Yakin Menang, Relawan Sahto Cukur Gundul

Meskipun sampai saat ini belum ada proses pendaftaran maupun penetapan calon kepala daerah, Panwaslu tetap memperioritaskan pemantauan terhadap para ASN mengingat Bupati Trenggalek saat ini hampir dipastikan akan maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam pilkada Jatim.

Harapkan Tetap rukun

Sementara itu, Bupati Trenggalek Emil Dardak, mengharapkan pelaksanaan Pilkada jawa Timur nanti tidak memecah belah kerukunan dan kebersamaan masyarakat Trenggalek. Bupati yakin, masyarakat sudah memiliki kedewasaaan dalam berpolitik.

Bupati mengatakan, pilkada Jatim nanti akan meningkatkan suhu politik di wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Trenggalek. Meski demikian dirinya berharap adanya perbedaan pilihan dan dukungan terhadap kandidat calon kepala daerah tidak mengganggu kerukunan dan hubungan baik diantara masyarakat.

“Pilkada Jawa Timur nanti, pasti akan meningkatkan suhu politik, terlebih di Trenggalek. Namun demikian, saya yakin masyarakat sudah lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan politik, jadi semoga kondisinya tetap rukun,” ujar Emil.

| Baca Juga:  8 Tokoh Berebut Rekom PDIP untuk Pilbub Nganjuk

Mengantisipasi adanya perbedaan dalam pilkada Jawa Timur nanti, Kapolres Trenggalek memilih untuk mengumpulkan para ulama, masyarakat, aparatur pemerintah dan TNI Polri untuk menggelar doa bersama . Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk menggalang persatuan diantara warga, sehingga bisa saling menjaga kerukunan .

“Nanti kita akan terus pantau, terutama sejumlah wilayah yang rawan terjadinya konflik. Meski demikian tidak hanya menjadi tanggung jawab dari kepolisian saja, melainkan semua pihak. Dengan pola komunikasi yang baik antar aparatur pemerintah, keamanan dan masyarakat, maka kondisi masyarakat yang tertib dan aman bisa tercipta,” ujar Kapolres

Reporter: Muttaqien