Beranda Hukum Kriminal Polres Blitar Bekuk Pelaku Perampasan Mobil Travel Asal Lampung

Polres Blitar Bekuk Pelaku Perampasan Mobil Travel Asal Lampung

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Pelaku begal perampasan mobil asal Lampung berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Blitar kurang dari 24 jam. Dua pelaku berhasil ditangkap, sementara 1 pelaku masuk dalam Daftar pencarian orang (DPO). Pelaku yang berhasil diamankan, Sarjono (49 tahun) dan Eka Nofiana (22 tahun) warga Kabupaten lampung Timur.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, aksi perampasan mobil travel dengan nomor polisi BE 2093 CM, ini disertai adanya penganiayaan. Hal ini diketahui setelah korban, sopir travel, Ahmad Solikin (35 tahun) warga Kecamatan Tulang bawang Kabupaten Menggalah, provinsi Lampung, melapor ke Mapolres Blitar telah menjadi korban begal mobil yang dilakukan oleh penumpangnya.

“Korban melapor ke Mapolres Blitar, telah menjadi korban perampasan mobil yang dilakukan penumpangnya. Aksi perampasan ini terjadi di pinggir jalan Dusun Bendelonje Desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Korban mengaku sebagai sopir travel pribadi dari Lampung. Pada saat itu korban membawa 6 penumpang, 5 dari Lampung tujuan Tulungagung, sementara 1 orang dari Bekasi Tujuan Blitar,” jelas Kapolres.

Penumpang terakhir yang diantar adalah Eka, yang minta diturunkan di lapangan Desa Kendalrejo. Akhirnya korban memutari jalan desa untuk mencari lapangan yang dimaksud. Ternyata ada seorang tersangka yang saat ini buron, Saeroji, yang menghadangkan sepeda motornya ditengah jalan. Sementara pelaku lain, Sarjono, langsung menganiaya korban yang saat itu turun dan hendak menanyai Saeroji, tambah Kapolres.

| Baca Juga:  Air Mata Pengantin Ini Tumpah Saat Ditinggal Mempelai Perempuan

“Korban dipukul oleh Sarjono, dan diminta untuk masuk kembali ke dalam mobil. Ternyata di dalam mobil, korban kembali dihajar oleh Sarjono. Dalam keadaan terluka dan pingsan korban diturunkan, dan mobil dibawa lari oleh kedua pelaku,” jelas AKBP Slamet Waloya.

Dari hasil pengembangan, mobil rampasan tersebut berhasil ditemukan terparkir di lapangan Brubuh Sutojayan. Sementara kedua pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di rumah saudara mereka di wilayah Jeblok Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, ungkap Kapolres.

Sementara itu menurut korban, Ahmad Solikin, saat itu dirinya turun dari mobil karena berniat membantu, siapa tahu motor yang melintang di tengah jalan desa tersebut karena mogok.

“Saya turun dari mobil niatnya mau nolong, siapa tau motirnya mogok. Saya mikir begitu karena motor ini ada di tengah jalan. Siapa tahu saya bisa membantu membenerin kalau memang motor itu rusak,” ujar Ahmad Solikin.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Blitar, kasus ini bermotif persaingan bisnis.

“Pelaku melakukan aksinya atas suruhan seorang warga Lampung, yang juga memiliki bisnis travel. Warga Lampung ini ingin bisnis travel korban bangkrut, sehingga usah travelnya lebih lancar,” pungkas Kapolres saat digelarnya rekonstruksi perampasan mobil travel tersebut.

| Baca Juga:  Apes, Jambret Tas Dihajar Massa

Diduga komplotan ini sering melakukan aksinya antar pulau Jawa-Sumatra. Kedua pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Dijanjikan Jadi TKW, Eka Nekat Jadi Pengumpan Komplotan

Eka Nofiana (22 tahun) nekat mau menjadi pengumpan dari komplotan perampas mobil travel karena ingin menjadi TKW. Dirinya tidak mendapat bayaran sepeserpun. Hanya saja dijanjikan akan berangkat sebagai TKW oleh Sarjono.

Menurut Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, tersangka Eka ini yang memesan travel korban dari Bekasi dan minta diturunkan di Blitar.

“Saya sopir minta istirahat sebentar, di Pom Bensin, Eka ini menolak dan meminta untuk meneruskan perjalanan. Sesampainya di daerah yang dimaksud, pelaku tidak segera menunjukkan tempat tujuannya justru minta diturunkan di lapangan bola,” ujar Kapolres.

Mungkin itu untuk mengulur waktu dan menentukan tempat yang pas dan sepi, tambah Kapolres.

“Bisa dibilang Eka ini sebagai pengumpan dan pemancaing aksi komplotan begal tersebut. Meski pelaku tidak ikut melakukan penganiayaan, namun tugas pelaku ini cukup vital.” jelas Kapolres.(*)

Reporter: Linda Kusuma