Beranda Wisata Hiburan Ricuh, Warga Saling Dorong Berebut Air Jamasan Gong Kyai Pradah

Ricuh, Warga Saling Dorong Berebut Air Jamasan Gong Kyai Pradah

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Ritual Jamasan Gong Kyai Pradah di alun-alun Lodoyo Kabupaten Blitar Jawa Timur, diwarnai kericuhan. Sejumlah warga terlibat aksi saling dorong dengan rombongan pembawa gong, yang melakukan arak-arakan berkeliling alun-alun.

Warga yang sudah berjubel untuk menyaksikan ritual jamasan ini, terlibat aksi saling dorong dengan rombongan pembawa gong. warga ingin memegang gong terlebih dahulu sebelum dijamasi. Ritual jamasan ini diawali dengan arak-arakan gong Kyai Pradah dari Pesanggrahan menuju menara yang ada di alun-alun Lodoyo Kabupaten Blitar. Rombongan pembawa gong juga sempat terlibat aksi dorong dengan pihak keamanan di menara.

Bupati Blitar, Rijanto mengatakan,ritual jamasan Gong Kyai Pradah ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena warga Blitar sudah diberikan ketentraman dan jauh dari musibah.

“Ya, kegiatan ritual jamasan Gong Kyai Pradah ini sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha ESa. Kita mendapatkan ketentraman dan masyarakat juga terhindar dari bencana dan musibah. Selain itu kegiatan ini sebagai cara untuk melestarikan nilai adat budaya Jawa,” ujar Bupati.

| Baca Juga:  Grebeg Pancasila di Blitar Sebagai Wujud Kebhinekaan Bangsa

Warga yang berebut air bekas jamasan ini meyakini akan mendapat berkah seperti panjang umur, kesehatan, rejeki melimpah dan dijauhkan dari marabahaya. Menurut salah satu warga, Misnati setiap tahun selalu mengikuti jamasan ini dan berharap mendapat air bekas jamasan, agar mendapatkan berkah.

“Setiap tahun saya selalu ikut jamasan ini. Kalau bisa dapat air bekas jamasan gong kyai pradah atau kembang setamannya, bisa banyak rejeki, panjang umur serta jauh dari balak,” ujar Misnati.

Sebelum dijamasi, gong Kyai Pradah ini terlebih dahulu ditaburi kembang setaman. Air bekas siraman dan juga bunga setaman ini, akan dilempar dari menara, dan diperebutkan ribuan warga yang sudah menanti di bawah menara.

Ritual siraman gong Kyai Pradah ini merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap buan Maulud. Gong Kyai Pradah dipercaya sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Blitar. Kegiatan ini tidak hanya menarik minat wisatawan lokal namun juga wisatawan asing.(*)

Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here