Beranda Peristiwa Akses Jalan Ditutup Perhutani, Ratusan Sopir Truk Pasir Protes

Akses Jalan Ditutup Perhutani, Ratusan Sopir Truk Pasir Protes

BERBAGI

Kediri, AGTvnews.com – Ratusan sopir truk pengangkut material pasir dari galian manual Sungai Ngobo melakukan aksi protes dengan memarkir semua armadanya di jalan Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Kamis (11/1/2018). Aksi ini merupakan dampak dari penutupan akses jalan oleh Perhutani karena akan ada aktifitas penebangan kayu hasil hutan.

Aksi protes ini dimulai sejak pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Para Sopir meminta kepada pihak Perhutani untuk memberikan solusi akses jalan alternatif agar kegiatan pengangkutan material pasir bisa terus berjalan.

Namun begitu mereka tidak bisa berbuat banyak, karena akses jalan yang mereka lalui selama ini memang jalan milik Perhutani RPH Manggis.

| Baca Juga:  Peduli Pacitan, Puluhan Mahasiswa STAIN Kediri Galang Dana

Sehari sebelumnya sempat terjadi konflik antara pengepul pasir, Mugito dengan Ketua LMDH Budi Daya yang berujung pada tindak kekerasan hingga perkaranya ditangani pihak kepolisian Sektor Puncu.

Tidak Ada Aktifitas Saat Penebangan Pohon

Informasi di lapangan, muncul salah paham ketika pihak Perhutani melakukan pemberhentian kepada semua truk material yang melintas di jalan. Penghentian ini karena dinilai berbahaya bila sopir melintas saat ada aktifitas penebangan.

Setelah diberikan pengertian, akhirnya para sopir yang melakukan aksi demo di jalan perlintasan Desa Satak bisa memahami dan menunggu solusi dari pihak Perhutani.

“Saya berharap kepada semua rekan-rekan sopir untuk bersabar dulu sampai nanti dapat solusi jalan alternatif. Sekarang kami masih mengusahakan ke ADM KPH Kediri untuk mengurus ijin jalan,” ujar Darno perwakilan dari para sopir material.

| Baca Juga:  Lima Fakta Temuan Situs Adan-Adan di Kediri

Sementara itu pihak Pemerintah Desa Satak Kecamatan Puncu juga membantu warganya agar tetap bisa melintas mengangkut material dengan berkoordinasi minta akses jalan melalui Perkebunan. Upaya ini dilakukan sampai aktifitas penebangan pohon oleh pihak Perhutani selesai.

Diperkirankan pemotongan pohon ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setelah mendapat penjelasan, akhirnya para sopir ini membubarkan diri.

Terkait adanya penutupan akses jalan milik Perhutani Kepala Resort Pemangku Hutan (RPH) Manggis Handoyo, masih belum bisa dikonfirmasi.(*)

Reporter : Rianto