Beranda Pemerintahan Bungkam Saat Ditanyakan Izin, Humas CV Adi Djoyo Diusir Dari Ruang Rapat

Bungkam Saat Ditanyakan Izin, Humas CV Adi Djoyo Diusir Dari Ruang Rapat

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Perusahaan penambang pasir CV Adi Djoyo yang melakukan penambangan pasir di Rolak 70 wilayah Desa Juwet Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur, bungkam saat diminta anggota DPRD Kabupaten Kediri menunjukan surat izin pertambangannya, Senin (22/1/2018).

Legalitas ini diminta anggota dewan saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dinas PUPR Kabupaten Kediri, warga masyarakat yang mengadu, pemerintah Desa Juwet dan Desa Pare Lor yang menjadi objek pertambangan, serta anggota kepolisian, di Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

RDP dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, Edi Suprapto. Dalam RDP itu, Edi meminta penjelasan secara langsung baik dari pihak pengadu dalam hal ini masyarakat Juwet dan juga manajemen CV Adi Djoyo serta dari Pemerintah Desa Juwet dan Pare Lor.

Pihak DPRD juga meminta klarifikasi terkait dengan rekomendasi perizinan dari Pemerintah Kabupaten Kediri ke tingkat Provinsi Jatim.

| Baca Juga:  Situs Calonarang Akan Ditata Ulang

“Intinya kami mengundang para pihak terkait dengan pertimbangan di Desa Juwet dan Pare Lor ini karena ada aduan dari warga setempat yang merasa dirugikan dan berdampak buruk pada lingkungan,” ujar Edi Suprapto.

Setelah masing-masing menyampaikan pendapatnya, akhirnya diketahui pihak CV Adi Djoyo tidak pernah melibatkan pemerintah kedua desa tersebut saat pengurusan perizinan ke Provinsi. Padahal seharusnya pemerintah desa diberitahu bila akan dilakukan penambangan di wilayahnya. Walaupun status lahan yang digali merupakan milik pemerintah dalam hal ini Dinas Pengairan.

Sementara itu, mengetahui izin yang tidak ada, pihak pemerintah desa menyesal karena selama ini CV Adi Djoyo selalu meminta pemerintah desa mau memfasilitasi sosialisasi ke masyarakat, dengan alasan sudah memiliki izin dari pemerintah.

RDP Sempat Memanas

Bahkan dalam RDP yang digelar, salah satu anggota komisi A Dodik Purwanto, sempat mengusir humas CV Adi Djoyo, sebab dipaksakan untuk mewakili Direktur Utama.

| Baca Juga:  Tebing Lereng Wilis Setinggi 20 Meter Ambrol Timpa Rumah Warga

“Anda orang mana, dan status anda sebagai apa di CV Adi Djoyo. Kalau disini ada direkturnya kenapa harus diwakili Humas. Dan mana surat kuasa anda?,” tanya Dodik Purwanto.

“Silahkan anda keluar dari ruang sini. Anda orang luar Kabupaten Kediri datang mau mengacak-acak Kediri. Keamanan tolong bawa keluar dia,” tegas Dodik.

Suasana semakin memanas ketika semua manajemen CV Adi Djoyo memutuskan untuk Walk Out dari ruang RDP. Walaupun tidak ada manajemen CV Adi Djoyo, namun kegiatan tetap berlangsung.

Pihak DPRD akan melayangkan surat ke Pemerintahan Kabupaten Kediri agar dilanjutkan ke Dinas Perizinan Pemprov Jatim untuk penghentian sementara aktifitas pertambangan di wilayah Kecamatan Kunjang.(*)

Reporter: Rianto