Beranda Pemerintahan Janggal, Pengadilan Tipikor Akan Panggil Mantan Walikota Samsul Ashar

Janggal, Pengadilan Tipikor Akan Panggil Mantan Walikota Samsul Ashar

BERBAGI

Surabaya, AGTVnews.com – Hakim Anggota persidangan kasus Jembatan Brawijaya menilai terdapat kejanggalan dalam penentuan pemenang lelang tersebut. kejanggalan tersebut diantaranya, penentu pemenang lelang, serta penganggaran untuk pengerjaan proyek. Pengadilan akan segera lakukan pemanggilan kepada mantan Walikota Samsul Ashar.

Kusmiono SH, hakim anggota yang menyidangkan kasus tersebut mengatakan, ada beberapa kejanggalan yang ada, diantaranya pengerjaan proyek PT milik Cahyo Widodo mengerjakan proyek Jembatan Brawijaya selama 3 tahun atau 3 kali anggaran. Selain itu kejanggalan penentu pemenang lelang adalah walikota Samsul Ashar.

| Baca Juga:  2 Manager PT Sang Hyang Seri Dijebloskan Ke Penjara

“Penentu pemenang lelang adalah walikota Samsul Ashar. Harusnya, yang menentukan pemenang lelang sesuai aturan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PKK),” ungkapnya.

Kusmiono menambahkan, menurut Peraturan Presiden No 18 terkait pengadaan barang dan jasa, menyebutkan, meski proyek multiyears, proses lelang tetap berlangsung tiap tahun anggaran. Dan pemenang lelang sudah melalui berbagai tahapan.

“Lelang proyek Jembatan Brawijaya ini aneh, pemenangnya cuma satu PT yang mengerjakan setiap tahun. Secepatnya kita akan lakukan pemanggilan untuk mantan walikota, ketua DPRD dan kontrak pelaksana Cahyo Widodo,” ucapnya.

| Baca Juga:  Asyik Berduaan di Kamar Kos, Remaja Ini Terjaring Razia

Kusmiono mencotohkan adanya kasus Hambalang, meski proyek multi years namun saat persidangan terdapat banyak berkas, karena memang pemenangnya setiap tahun berbeda PT.

“Proyek Jembatan Brawijaya memang multiyears atau 3 tahun, namun yang janggal pemenang lelangnya tetep satu orang yakni Cahyo Widodo, maka itu akan kita kejar terus. Saya sudah sering melihat model kasus semacam ini,” pungkasnya.(*)

Tim Liputan AGTV