Beranda Peristiwa Keracunan Jajanan Sekolah, Puluhan Siswa SD Dilarikan Ke Puskesmas

Keracunan Jajanan Sekolah, Puluhan Siswa SD Dilarikan Ke Puskesmas

BERBAGI

Malang, AGTVnews.com – Sedikitnya 26 siswa Sekolah Dasar Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur dilarikan ke Puskesmas setempat diduga akibat keracunan jajanan sekolah, Senin (15/1/2018).

Sejumlah siswa yang dilarikan ke puskesmas tersebut mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah. Untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian Polres Batu Jawa Timur, mengamankan sejumlah barang bukti dan juga mengirimkan sampel muntahan ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur.

Menurut salah satu korban, Yeni Puspitasari, saat itu dirinya dan teman sekelasnya sempat makan makanan ringan berupa makaroni beraneka rasa. Makanan ringan tersebut dibelinya dari pedagang yang ada di sekitar sekolah.

“Setelah makan makaroni beraneka rasa itu, kepala saya rasanya pusing dan perut saya mulas rasanya. Kemudian saya muntah-muntah. Sama guru sekolah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksakan,” ujar Yeni.

| Baca Juga:  KPPU Cek Harga Cabai dan Daging Sapi

Sementara itu menurut Siani, orang tua siswa, sebelum upacara anak-anak banyak yang jajan makaroni sama tela-tela macam-macam rasa. tiba-tiba saaat upacara mengeluh pusing dan mual-mual.

“Banyak anak-anak yang muntah-muntah, lebih dari 20 an kayanya. Njajannya itu sebelum upacara, nah pas upacara banyak yang muntah-muntah, akhirnya dibawa ke Puskesmas ini, ujar Siani.

Dokter puskesmas, dr Wiwit Widayanti mengatakan, belum memastikan apakah benar keracunan atau bukan. Namun bila dilihat dari gejalanya merupakan gejala keracunan.

“Tim medis puskesmas belum memastikan, apakah benar keracunan atau tidak. Hal tersebut harus melalui pemeriksaan laboratorium,” jelas dokter tersebut.

| Baca Juga:  Korban Keracunan Rawon Hajatan di Blitar Masih Jalani Rawat Inap

Lanjut dr Wiwit, puskesmas melakukan tindakan medis dengan memberikan cairan tambahan dan obat untuk menstabilkan tekanan darah dan mengurangi mual-mual korban. Kebanyakan dari korban belum sarapan, jadi mengalami mual berlebih,” ujarnya.

Total dari 26 siswa, 14 diantaranya sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, sementara 12 sisanya masih di puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. “Apabila kondisi siswa memburuk, puskesmas akan merujuk korban ke rumah sakit umum,” lanjutnya.

Pihak kepolisian dan juga puskesmas telah mengirimkan sampel muntahan para murid untuk diperiksa penyebabnya.(*)

Reporter: Ilmi Zamzam