Beranda Pemerintahan Konflik Rolak 70 Semakin Memanas, DPRD Turun Tangan

Konflik Rolak 70 Semakin Memanas, DPRD Turun Tangan

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Konflik antara petani penggarap dengan penambang CV Adi Joyo di kawasan galian C Rolak 70 Desa Juwet Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri semakin memanas. Bahkan pihak keamanan penambang, bersitegang dengan warga petani saat berlangsungnya kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten, Senin (15/01/2018). Sidak tersebut dilakukan karena adanya aduan warga setempat yang merasa lahan pertanian garapannya dirusak oleh penambang.

Kedatangan komisi A DPRD Kabupaten Kadiri tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Sentot Djamaluddin. Sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari surat aduan masyarakat yang dikirim ke sekretariat DPRD Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. Dalam surat aduan tersebut dijelaskan petani merasa dirugikan atas aktifitas tambang galian C yang dilakukan oleh CV Adi Joyo. Bahkan warga juga menuding legalitas perijinan yang dikantongi pengelola tambang perlu dipertanyakan dan juga dievaluasi ulang oleh pejabat yang berwenang.

Petani merasa lahan garapan mereka yang ada di Desa Juwet langsung digali tanpa ada ganti rugi atau komunikasi terlebih dahulu. Selain itu pengelola tambang dinilai arogan dengan memasang petugas keamanan yang diambil dari kampung setempat dan kemudian dibenturkan dengan petani.

| Baca Juga:  Ini Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Pengganti Sutrisno

“Kami hanya satu kata, ingin tambang atau galian ditutup. Karena selain merusak lingkungan atau berdampak pada lingkungan, mereka menambang diluar perijinan. Harusnya aparat penegak hukum tanggap dan segera mengambil tindakan, namun itupun tidak dilakukan,” jelas Khoirul Anam pendamping warga Petani.

Sementara itu Wakil ketua DPRD Kabupaten Kediri Sentot Djamaluddin di lokasi sidak menjelaskan, kedatanganya ke lokasi tambang Rolak 70 Kunjang merupakan tindak lanjut dari pengaduan warga.

“Warga mengadu pada kami, dan tugas kami secepatnya menindak lanjuti dengan melakukan cek di lapangan. Hasilnya nanti akan kami bahas di rapat untuk menentukan langkah berikutnya. Intinya kami harus klarifikasi dulu antara isi aduan dengan kondisi riil di lapangan,” tegas Sentot Djamaluddin.

Masih menurut Sentot Djamaluddin, pihaknya juga akan memanggil pengelola tambang dalam hal ini CV Adi Joyo serta pihak terkait. Selain itu anggota DPRD turun ke lokasi tambang juga minta pendampingan dari pejabat pengairan sehingga tahu mana batasan lokasi sesuai dengan aduan warga petani. Kalau memang nantinya ditemukan adanya penyimpangan, maka DPRD Kabupaten Kediri akan membuat surat resmi ke Pemda Kediri dan juga ke Provinsi Jatim.

| Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Bangunan di Wisata Air Terjun Dolo Kediri Roboh

DRPD Kabupaten Kediri datang ke lokasi tambang Rolak 70 bersama dengan Satpol-PP, Petugas pengairan, dan juga pihak kepolisian. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan kejelasan terkait konflik yang dialami warga Petani dengan pengelola tambang sehingga akan didapatkan jalan penyelesaiannya.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, warga Desa Juwet menggelar aksi protes dan menuntut agar aktifitas tambang di Rolak 70 dihentikan karena menyimpang dari aturan perijinan. Bahkan banyak lahan garapan warga yang tanpa ganti rugi sudah digali menggunakan beberapa unit mesin Ponthon. Warga juga takut bila sumber air yang selama ini digunakannya untuk mengairi sawah maupun untuk sumur bisa surut dampak dari dalamnya penambangan.(*)

Reporter: Rianto