Beranda Tips Trik Lirik Paralon Bekas, Kontraktor Ini Kantongi Omzet Hingga 25 juta/bulan

Lirik Paralon Bekas, Kontraktor Ini Kantongi Omzet Hingga 25 juta/bulan

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Seorang kontraktor di Kota Blitar, bisa mendapatlan omzet hingga 25 juta perbulan. Omzet yang didapat bukanlah dari hasil kerja sebagai kontraktor namun justru dari hasil mengolah limbah paralon bekas.

Pekerja kreatif tersebut adalah AW Widodo, warga Perumahan Bengawan Solo Regency Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo. Ditangannya, sisa paralon bekas di tempat pembangunan disulap menjadi karya seni yang menarik. Berkat tangan uletnya, kini dia sudah menghasilkan berbagai macam kerajinan seperti, lampu hias, vas bunga, asbak, gelang, kursi, dan meja.

Willy panggilan akrab pria ini mengatakan, awalnya dia tertarik karena banyak pipa paralon sisa saluran air yang terbuang. Kemudian dia memikirkan bagaimana caranya agar pipa paralon tersebut bisa ada manfaatnya dan mejadi lebih indah.

“Sebenarnya bisa jadi berbagai kerajinan tangan. Tapi yang paling laris lampu hias dan vas bunga,” kata Willy saat ditemui dirumahnya, Minggu (28/1/2018).

Awalnya, limbah paralon dari proyek itu dijual ke pengepul rosok. Harga jualnya juga murah. Willy punya ide untuk membuat kerajinan berbahan limbah paralon. Sebagai uji coba, dia membuat lampu hias dari limbah paralon.

“Awalnya iseng untuk hiasan rumah saya sendiri. Tapi setelah saya pajang dirumah malah banyak yang tertarik dan memesan untuk dibuatkan yang sama, hingga akhirnya saya menekuni membuat kerajinan ini,” ungkap Willy.

Dari sisi penampilan, kerajinan paralon milik Willy lebih menonjolkan ukiran dari pada bentuk. Willy mengukir kerajinan paralonnya dengan sangat detail.

Proses pembuatannya juga terlihat sederhana. Sebelum dibentuk, paralon dibakar terlebih dahulu, setelah itu, dia mulai mengukir paralon sesuai selera. Paralon tersebut diukir menggunakan bor. Bila sudah, maka paralon tersebut dicat.

| Baca Juga:  Tiga Kilogram Uang Kuno Cina Ditemukan

“Selain agar mudah dibentuk, proses pembakaran juga untuk memberi kesan warna alami seperti kayu,” katanya.

Berkat tangan terampilnya perbulan Willy bisa meraih omzet hingga Rp 25 juta. Pemasaran kerajinan karya Willy saat ini justru banyak di luar kota. Pesanan datang dari Malang, Yogyakarta, dan Bali. TIdak hanya itu berbagai pesanan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Brunei juga berdatangan. “Saya pernah dapat pesanan lampu hias dari Brunei senilai Rp 80 juta.”

Kerajinan paralon karyanya ini dijual mulai harga Rp 5.000 sampai Rp 1,6 juta. Untuk kerajinan lampu hias rata-rata dijual dengan harga Rp 175.000 per set, dan satu set berisi tiga sampai empat lampu hias.

Selama ini, Willy masih bekerja sendiri. Dia memakai pekerja saat ada pesanan banyak. Biasanya, dia menggunakan empat pekerja untuk bagian finishing saja.

“Untuk sementara, kerajinan ini masih saya buat sendiri. Karena semuanya berdasarkan seni. Tidak ada yang benar-benar sama persis dari buatan saya ini. Pegawai yang ada hanya melakukan finishing saja,” ucap Willy.

Saat ini Willy bercita-cita untuk mebuka workshop dan galeri sendiri untuk kerajinannya. “Dengan memiliki galerry dan workshop sendiri, saya bisa merekrut pemuda sekitaran sini untuk bekerja dan membantu saya,” pungkas Willy.

Reporter: Ana Alana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here