Beranda Pendidikan Absensi Terintegrasi SMS Gateaway, Antisipasi Siswa Membolos

Absensi Terintegrasi SMS Gateaway, Antisipasi Siswa Membolos

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Mengatisipasi adanya siswa membolos, SMP Negeri 6 Tulungagung Jawa Tmur menggunakan sistem absensi elektronik yang terintegrasi dengan dengan SMS gateaway. Absen digital tersebut saat ini sudah digunakan bagi siswa kelas 7. Melalui absen digital ini kedatangan siswa di sekolah akan diberitahukan melalui sms ke handphone wali murid.

Penggunaan absensi digital ini masih dalam taraf uji coba. Dalam kurun waktu 1 bulan terakhir sistem absensi elektronik terintegrasi sms gateaway ini diberlakukan bagi 350 siswa kelas 7. Saat ini pihak sekolah masih memasang 2 unit mesin bio finger print tersebut.

Menurut Kepala SMP Negeri 6 Tulungagung, Timbul Budiono, adanya absensi eektronik ini bisa meminimalisir siswa yang membolos sekolah.

Simak Video Berita Ini:

“Kalau biasanya dulu sebelum adanya absensi ini, jam 7 itu siswa baru datang dan berlarian masuk. Tapi sejak adanya absensi elektronik ini, begitu siswa datang langsung absen, dan masuk dalam laporan sms ke handphone wali murid,” ujar Timbul.

Timbul menambahkan, dengan adanya absensi elektronik ini kedisiplinan siswa untuk segera tiba di sekolah semakin meningkat. Selain itu angka bolos sekolah siswa jauh berkurang, karena pihak sekolah langsung dapat menegur siswa, dan menginformasikan kepada orang tua siswa.

| Baca Juga:  Warga Tanami Jalan Rusak Dengan Pohon Pisang

Sementara itu, menurut salah satu wali murid, Deny Trisdianto, dengan adanya absensi digital ini semakin mempermudah dirinya untuk mengawasi anaknya di sekolah. Karena jam kedatangan dan jam kepulangan sudah masuk dalam laporan SMS.

“Saat anak saya datang ke sekolah bisa diketahui jam kedatangannya. Begitu juga jam pulangnya. Jadi kita yang di rumah tidak was-was karena tahu sudah ada di sekolah. Begitu juga dengan jam pulang,” jelas Deny.

Meski terkesan gampang namun ternyata ada juga kendala dalam pengoperasian absensi digital tersebut. “Kendalanya, kalau hujan itu kadang wireless yang mengirimkan gelombang radio ke server komputer tiba-tiba mati. kalau sudah seperti ini untuk beberapa saat perangkat ini tidak bisa bekerja,” jelas Adelia, operator absensi digital.

| Baca Juga:  Kurang Sosialisasi, Warga Keluhkan Pengurusan E-Tilang

Adelia menambahkan, sebelum mengaktifkan absensi elektronik ini, pihak sekolah melalui operator mengumpulkan data pribadi siswa, orang tua, dan nomor ponsel orang tua, serta pengambilan sidik jari siswa.

“Para orang tua di rumah bisa mengetahui anaknya telah tiba dan meninggalkan sekolah. Bahkan saat anaknya pulang sekolah lebih awal bisa diketahui,” imbuh Adelia.

Absensi digital ini terdiri beberapa perangkat, yakni bio finger print, wireless, modem wifi dan komputer yang akan bekerja saat siswa yang tiba di sekolah melakukan absensi sidik jari. Secara otomatis mesin mengirimkan data ke server atau komputer, untuk beberapa saat operator server akan mengolah data untuk mengirimkan SMS ke ponsel orang tua siswa dan selanjutnya orang tua siswa menerima pesan dari server.

Rencananya dalam waktu dekat pihak sekolah akan menambah 4 unit bio finger print, yang diletakkan di masing-masing kelas, yakni kelas 8 dan 9. Saat ini jumlah siswa SMP Negeri 6 Tulungagung sebanyak 1.050 siswa.(*)

Reporter: Wawan Setiawan