Beranda Peristiwa Keracunan Massal Blitar, Dinas Kesehatan Droping Obat dan Tenaga Medis

Keracunan Massal Blitar, Dinas Kesehatan Droping Obat dan Tenaga Medis

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar melakukan droping obat-obatan ke Puskesmas Doko tempat 52 orang korban keracunan nasi kenduri. Selain obat-obatan, petugas medis dari Puskesmas sekitar Kecamatan Doko juga dikerahkan untuk membantu perawatan.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, petugas yang ada di Puskesmas lain di sekitar kecamatan Doko, dikerahkan untuk membantu melakukan penanganan karena pasien yang cukup banyak.

“”Kami memastikam semua korban sudah tertangani medis. Kondisi korban semua stabil dan membaik,” ujarnya kepada reporter AGTVnews.com, Kamis siang (15/2/2018).

| Baca Juga:  651 Siswa Esbegesa Blitar Ikuti Lomba Makan Krupuk Bersamaan

Pihak Dinkes Kabupaten Blitar juga mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke laboratorium kesehatan daerah milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Makanan yang dibawa untuk diperiksa dan dilakukan uji laboratorium diantaranya bungkusan nasi kenduri yang terdiri dari nasi dan olahan daging kambing.

“Petugas langsung mengambil sampel makanan yang masih tersisa untuk diperiksa lalu dikirim ke laboratorium milik Dinkes Pemprov Jatim di Surabaya,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar masih menunggu hasil pasti dari uji lab yang dilakukan untuk memastikan, apakah nasi kenduri tersebut benar menjadi penyebab keracunan. “Penyebab pastinya apa nanti akan diketahui dari uji laboratorium tersebut,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Polres Blitar Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru 2017

Diberitakan sebelumnya, 52 warga termasuk pemilik hajatan mengalami gejala keracunan mual, muntah, panas dan diare kurang lebih enam jam setelah menyantap nasi kenduri hajatan yang digelar Rabu (14/2/2018). Saat ini mereka mendapatkan perawatan di Puskesmas Doko, sementara dua diantaranya dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo karena kondisinya melemah.(*)

Reporter: Ana Alana