Beranda Ekonomi Bisnis Miris! Dikejar Rentenir Hingga Nyaris Bunuh Diri

Miris! Dikejar Rentenir Hingga Nyaris Bunuh Diri

BERBAGI

Nganjuk, AGTVnews.com – Praktik pinjaman uang berbunga tinggi dengan mudah bisa ditemui di sekitar kita. Di pasar-pasar tradisional, bank plecit ini akan menyasar sejumlah pedagang yang kesulitan modal, dengan kedok pinjam modal, namun dengan angsuran bunga yang tinggi.

Dalam prakteknya bank plecit ini akan melakukan beberapa tindakan pemaksaan hingga kekerasan agar cicilan dengan bunga tinggi ini mereka terima.

Salah satu warga yang pernah terjerat utang bank plecit, PD (64 tahun), warga Desa Bangle Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk mengaku sempat depresi karena terus-menerus ditagih bank plecit ini. Bahkan dirinya berniat akan bunuh diri.

“Sumpek rasanya ditagih-tagih terus. Apalagi nanti kalau pas nagih tidak ada uang, pasti kata-kata yang keluar kasar. Akhirnya saya milih mati saja, minum racun serangga. Tapi kok ya alhamdulilah masih hidup. Akhirnya saya jual rumah dan pekarangan untuk membayar hutang,” ucapnya.

PD menceritakan, awalnya pinjam uang dari KSP, namun cara menagihnya galak sekali, dan membuat dirinya frustasi.

| Baca Juga:  Truk Tronton Molen Tabrak Bengkel dan Kios

“Pernah istri saya didatangi ke sawah dan dikata-katai ‘kerja ndek sawah sampek jam yahmene gak duwe duwit ki kok gak kesamber bledek ae’ (kerja di sawah sampai jam segini gak dapat uang kok tidak disambar petir saja),” imbuhnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan, Raminah yang berdagang buah hasil kebun di pasar Madukaran Nganjuk. Wanita tua ini mengaku, pasrah saja dibentak-bentak oleh bank tithil karena memang dirinya belum bisa membayar hutang.

“Ndak papa dibentak-bentak, wong memang orang ndak punya. Kalau mau ya besok biar datang lagi. Wong ya belum punya uang,” jelas Raminah dengan pasrah.

Meski dengan menunggak pembayaraan berarti denda Raminah akan semakin bertambah, dan itu artinya utangnya pun akan semakin banyak.

Para penagih bank pelcit ini, tidak pandang bulu dalam menagih pembayaran. Bahkan cara yang digunakan pun sama, dengan paksaan dan kekerasan.(*)

Reporter: Bagus Jatikusumo

Simak Video Berita Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here