Beranda Ekonomi Bisnis Nelayan Sine Bangga Dengan Perahu Bikinan Sendiri

Nelayan Sine Bangga Dengan Perahu Bikinan Sendiri

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Sejumlah nelayan di Pantai Sine, Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, memilih membuat perahu mereka sendiri, untuk keperluan melaut. Selain lebih murah, para nelayan tidak tergantung perajin perahu daerah lain. Perahu tradisional ini bisa memuat 2 ton ikan tangkapan dan mampu bertahana hingga 20 tahun lamanya.

Salah satu perajin perahu, Lani, memiliki ketrampilan dengan cara otodidak. Perahu jenis sekoci ini biasa digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut Selatan Pulau Jawa yang dikenal memiliki ombak ganas.

banner

Galangan perahu terletak di bibir pantai Sine menggunakan kayu balau lembaran dengan panjang 4 meter dan lebar 30 centimeter serta tebal 3 centimeter. Kayu-kayu ini disusun sedemikian rupa dengan paku yang digunakan dari kayu atau yang dikenal dengan nama ‘nagel’. Sementara untuk merekatkan digunakan lem kayu. Satu unit perahu mampu diselesaikan Lani dalam kurun waktu 2 bulan.

“Kayu yang dipakai ini adalah kayu balau dan labat. Karena lebih awet dalam penggunaannya. Usaha pembuatan perahu tradisional ini sudah saya lakukan sejak 30 tahun lalu. Yang susah itu kalau pas cuaca buruk, pembuatannya bisa lama. Karena untuk mebengkokkan kayu pake pembakaran,” jelas Lani.

| Baca Juga:  Miniatur Truk Dari Limbah Mebel Laris Manis

Lani menuturkan, untuk membuat satu perahu tradisional, dirinya dibantu 3 pekerjanya. Perahu buatannya ini berukuran panjang 12 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2 meter. Jika telah jadi, diperkirakan memiliki berat sekitar 2 ton.

“Harga 1 perahu antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Harga tersebut sudah lengkap dengan jaring dan mesin. Pokoknya komplit langsung kerja,” tambah Lani.

Perahu tradisional ini, memiliki kekuatan hingga 20 tahun dan tidak gampang pecah. Meski tradisional, namun perahu sekoci ini memiliki daya jelajah sekitar 15 mil dari pantai. Hanya saja jika cuaca buruk disarankan hanya pergi sejauh 5 mil dari pantai.

“Kalau cuaca buruk, hanya bisa pergi 5 mil saja, karena tinggi perahu yang hanya 2 meter, khawatirnya diterjang ombak. Air bisa masuk dan perahu tenggelam,” jelas Lani.

Saat ini, di perkampungan nelayan pantai Sine, terdapat 4 galangan perahu, sehingga mencukupi untuk kebutuhan perahu sendiri. Dengan kondisi ini maka nelayan pantai Sine tidak akan tergantung perahu daerah lain yang harganya lebih mahal.(*)

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here