Beranda Peristiwa Siswa Berprestasi Tewas di Bawah Tangga Sekolah

Siswa Berprestasi Tewas di Bawah Tangga Sekolah

BERBAGI

Nganjuk, AGTVnews.com – Naas dialami Kartiko Prananta Mahardikan (15 tahun), siswa kelas 9A SMPN 1 Kertosono Kabupaten Nganjuk Jawa Timur ini. Kartiko ditemukan tewas oleh gurunya dibawah tangga sekolah usai upacara bendera, Senin (12/2/2018).

Awalnya guru korban berniat menanyakan kepada korban karena tidak mengikuti upacara bendera. Namun guru korban kaget, karena korban sudah ditemukan tidak bernyawa di bawah tangga sekolah.

Humas SMP Negeri 1 Kertosono, Rudi Harijono mengatakan, mengetahui korban sudah tidak bernafas, pihak sekolah langsung memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek Kertosono.

Simak Video Berita Ini:

“Saat menemukan anak ini tertelungkup, kita langsung memberikan pertolongan dan membawa ke rumah sakit Kertosono. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka-luka maupun tindak kekerasan,” jelas Rudi.

Rudi menambahkan, saat kejadian tidak ada satupun siswa yang mengetahui kejadian, karena pada saat itu semua siswa sudah bersiap ikut upacara.

“Sepertinya anak ini akan naik ke kelasnya, karena masih membawa tas. Tapi kejadiannya seperti apa, tidak ada yang tahu sama sekali, “imbuhnya.

Sementara itu, orang tua korban, Mujianto, mengaku terkejut dengan adanya kejadian tersebut. Sehari-hari korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan supel.

“Kaget saya diberitahu kalau anak saya meninggal di sekolah. Sehari-hari dia anaknya sosialnya sangat bagus sekali. Dengan tetangga dari ujung ke ujung dia kenal semua. Anaknya sangat ramah dan supel,” ujar ayah korban.

Ditambahkannya, di sekolah anak keduanya itu memiliki prestasi yang bagus termasuk juga untuk olahraga.

“Ini dia mendapat juara bulutangkis dua kali. Bagus sekali prestasinya. Nilai-nilainya di sekolah juga bagus-bagus semua,’ ucapnya.

Atas kejadian yang menimpa anaknya itu, Mujianto tidak akan menuntut siapapun, karena menurutnya ini adalah takdir.

“Kita hanya bisa menjalani saja, saya tidak akan menuntut siapapun. Ini sudah takdir dari Tuhan yang harus kami jalani,” pungkas Mujianto dengan sedih.

Sementara itu, pihak sekolah merasa sangat kehilangan. Korban selama ini diketahui sebagai siswa yang berprestasi di sekolahnya, terlebih pada tanggal 25 Februari mendatang, korban akan melakukan seleksi kejuaraan olah raga tingkat Jawa Timur. (*)

Reporter: Yogi Heru Antono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here