Beranda Ekonomi Bisnis Kebijakan Impor Resahkan Petani Garam

Kebijakan Impor Resahkan Petani Garam

BERBAGI

Sidoarjo, AGTVnews.com – Petani garam di Sidoarjo mulai resah, selain produksi garam yang turun, karena musim hujan, harga jual garam sendiri mengalami kemerosotan.

Abdul Aziz, salah satu petani garam di Cemandi Sedati Sidoarjo Jawa Timur mengaku, saat ini belum bisa berproduksi, karena cuaca yang tidak mendukung.

“Pokoknya kalau bulan-bulan begini, pasti susah untuk produksi, karena hujan terus-terusan. Sekarang kondisinya susah, karena adanya kebijakan dari pemerintah untuk mendatangkan garam dari luar negeri,” jelas Abdul Aziz, Rabu (28/3/2018).

| Simak Video Berita Ini:

Abdul menambahkan, saat ini harga garam di tingkat petani sudah mengalami penurunan. terlebih nanti bila pemerintah membuka kran impor garam, pasti harganya akan lebih turun lagi.

| Baca Juga:  Antisipasi Kebakaran Pesawat, Penumpang Dilarang Bawa Power Bank

“Harganya saat ini sudah turun, kalau sebelumnya satu sak isi 60 kilogram harganya Rp 135 ribu samapi Ro 140 ribu, saat ini harganya turun hingga Rp 120 ribu,” ujar Abdul.

Tidak hanya mengeluhkan turunnya harga, namun saat ini permintaan garam dari sejumlah pabrik juga mengalami penurunan.

“Kalau memang produksi kita kurang, harusnya pemerintah memberikan patokan, berapa produksi maksimal yang diperlukan baru kurangnya nanti diambilkan dari impor tersebut,” jelas Abdul.

Saat ini Abdul lebih memilih untuk menyimpan garam produksinya hingga harga dipasaran kembali stabil.(*)

Reporter: Rohid Salman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here