Beranda Viral Padi Raksasa Setinggi 2 Meter Hasilkan Produksi Berlipat

Padi Raksasa Setinggi 2 Meter Hasilkan Produksi Berlipat

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Imam Syafi’i dan Mohammad Diyaudin, kakak beradik warga Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ini sukses menanan padi yang tidak biasa. Padi tanaman keduanya ini ternyata tumbuh hingga 2 meter dan memiliki bulir yang lebih banyak dibanding tanaman padi biasanya. Saat diunggah di media sosial, unggahan ini menjadi viral.

Kakak beradik ini menanam padi dengan jenis PPIM (Petani Pari Indonesia Menggugat). Tidak hanya memiliki tinggi yang jauh diatas rata-rata, padi tersebut memiliki batang tanaman yang lebih besar dengan bulir padi banyak. Imam mengaku mendapatkan tanaman padi tersebut dari seorang PPL yang berdinas di Kecamatan Kaniogoro Kabupaten Blitar.

| Baca Juga:  Kreatif, Ubah Handuk Bekas Jadi Pot Bunga Indah

“Tingginya ini antara 1 meter hingga 2 meteran. Batangnya juga lebih besar bila dibandingkan dengan tanaman padi biasanya. kalau dihitung bulirnya ini sekitar 800 an di setiap tangkainya,” ucap Imam.

| Simak Video Berita Ini:

Imam menambahkan, untuk pemeliharaan tidaklah susah, karena sama dengan jenis padi lainnya. Hanya saat akan menanam, lahan harus diberi pupuk kandang dahulu, dan sesudah masa tanam, harus diberi formula racikan sendiri.

“Untuk masa tanam hingga panen juga sama dengan padi lainnya, yakni sekitar 120 hari, namun bedanya bulir padi lebih banyak, hingga mencapai 800 bulir padi dalam setiap tangkainya,” ujar Imam.

| Baca Juga:  Kekeringan Blitar Selatan, Polres Blitar Salurkan 13 Ribu Air Bersih

Imam mengaku, sejak menanam padi PPIM, hasil panennya dua kali lipat jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jenis padi yang lainnya.

“Untuk lahan sekitar setengah hektar, bisa dihasilkan sekitar 5 ton gabah. Padahal jika menggunakan jenis padi yang lain, paling banyak hanya 3 sampai 3,5 ton saja,” imbuhnya.

Sejak kabar tersebut viral di medsos, bibit padi milik Imam Syafi’i ini sudah dibeli sejumlah petani, dan di tanam di beberapa daerah di kabupaten blitar. Namun saat ini hanya empat titik yang baru mencoba jenis padi jenis ini diantaranya, Kecamatan Garum, Kecamatan Lodoyo, Kecamatan Talun dan Kecamatan Kanigoro.(*)

Reporter: Linda Kusuma