Beranda Hukum Kriminal Residivis Racuni Satu Keluarga dengan Pestisida

Residivis Racuni Satu Keluarga dengan Pestisida

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar, mengamannkan pelaku percobaan pembunuhan terhadap satu keluarga di Dusun Sukoreno Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur. Pelaku adalah Sariono (23 tahun) tetangga korban sendiri.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Rifaldhy HP mengatakan, pelaku ini mengaku sakit hati karena korban sering menceritakan aibnya sebagai residivis, keluar masuk lapas sampai tiga kali.

“Pelaku ini mengaku sakit hati, dengan salah satu penghuni rumah Yuliati (38 tahun). Sakit hati ini karena korban katanya sering ngomongkan aib pelaku yang sudah keluar masuk penjara sampai tiga kali,” jelas Kasatreskrim, Jumat (23/3/2018).

Kasatreskrim menambahkan, pelaku melakukan aksinya seorang diri, dengan cara memanjat kayu blandar dan memasukkan pestisida ke dalam tandon milik korban.

| Baca Juga:  Pemuda di Blitar Ditemukan Tewas Memeluk Kabel

“Tujuan pelaku ini memang untuk meracun korban sekeluarga. Rumah tersebut memang dihuni Yuliati dan juga kedua orangtuanya, Sunarto (59 tahun) dan Sumiati (57 tahun). Aksi ini terungkap saat penghuni rumah akan mengambil air wudhu. Air yang mengalir ini terlihat berwarna putih dan berbau menyengat,” tutur Kasatreskrim.

Mengetahui hal tersebut, penghuni rumah langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Korban langsung melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat dan langsung diteruskan ke kepolisian. Setelah dilakukan penyelidikan kami berhasil mengantongi nama pelaku dari nomor handphone yang digunakan pelaku untuk mengancam korban sehari sebelum pelaku menuangkan cairan pestisida,” jelasnya.

| Baca Juga:  Empat Kali Keluar Masuk Penjara, Maling Motor di Blitar Mengaku Tak Kapok

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebuah handphone serta sebuah botol bekas obat pestisida yang isinya sudah di tumpahkan ke dalam tandon air. Pelaku berhasil ditangkap dalam pelarian di wilayah Kabupaten Malang.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 202 tentang pemberian racun pada air, pasal 338 tentang percobaan pembunuhan, serta UU ITE terkait pengancaman melalui pesan singkat SMS. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Reporter: Ana Alana