Beranda Peristiwa Ricuh, Aksi Demo Tolak UU MD3 di Gedung Dewan Kabupaten Blitar

Ricuh, Aksi Demo Tolak UU MD3 di Gedung Dewan Kabupaten Blitar

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Aksi penolakan terhadap UU 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) terus bergulir di sejumlah daerah. Di Kabupaten Blitar puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Blitar menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Blitar untuk meolak pengesahan UU MD3 tersebut, Senin (5/3/2018).

Aksi unjukrasa yang dilakukan organisasi mahasiswa tersebut sempat diwarnai aksi kericuhan. Setelah menyampaikan orasinya, puluhan massa yang merasa kecewa karena tidak ditemui perwakilan DPRD berusaha memasuki gedung dewan. Namun aksi mereka dihalang-halangi barikade polisi dan terjadilah aksi saling dorong.

Akibat kejadian tersebut, beberapa mahasiswa sempat ditarik paksa petugas untuk menghindari kericuhan semakin menjadi. Kericuhan sedikit mereda setelah korlap aksi menenangkan massa. Setelah massa tenang, petugas mempersilakan sejumlah mahasiswa masuk ke gedung dewan untuk menyampaikan aspirasinya, namun dengan jumlah massa yang dibatasi.

“Kami secara tegas menolak pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dalam revisi UU MD3. Pengesahan UU MD3 hanya akan membuat DPR kebal hukum,” ungkap Saiffudin, korlap aksi, Senin (5/3/2018).

| Baca Juga:  Trayek Diserobot, Awak MPU Trenggalek Protes ke Kantor Dishub

Setelah diterima anggota dewan massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Selain tegas menolak pengesahan UU MD3, massa juga meminta agar DPRD Kabupaten Blitar mendukung aksi mereka. Serta mendesak presiden RI untuk segera mengeluarkan Peraturan Pengganti Perundang-Undangan (Perpu) pengganti UU MD3.

“Kami meminta DPRD mendukung langkah kami. Kami juga mendesak kepada presiden agar tidak menandatangani revisi UU MD3,” jelas Saiffudin.

Sementara ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto mengatakan, DPRD Kabupaten Blitar tidak dalam kapasitas menolak atau menerima revisi UU MD3 tersebut. Namun, sebagai wakil rakyat pihaknya hanya bisa menampung aspirasi massa.

“Kami menampung aspirasi mahasiswa, untuk selanjutnya akan kami sampaikan pada pihak berwenang,” ungkap Suwito Saren Satoto didepan puluhan massa.(*)

Reporter: Ana Alana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here