Beranda Ekonomi Bisnis Usaha Keripik Tempe Jadi Penghasilan Tambahan Ibu Rumah Tangga

Usaha Keripik Tempe Jadi Penghasilan Tambahan Ibu Rumah Tangga

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Banyak ibu rumah tangga berniat membantu ekonomi keluarga. Namun tidak banyak yang bisa menemukan jenis usaha yang cocok dikerjakan di rumah tanpa mengganggu pekerjaan utama seorang ibu.

Adalah Siti Fauziah, Kepala Dusun Bangsongan Kecamatan Kayenkidul kabupaten Kediri Jawa Timur yang mencoba menemukan jawabannya. Dia memilih membuka usaha pembuatan keripik tempe untuk memberdayakan ibu-ibu di lingkungannya.

Wanita usia 42 tahun tersebut membuka usaha pembuatan keripik tempe khas Kediri, agar ibu-ibu rumah tangga yang ada di lingkungannya bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Tidak hanya membuat keripik tempe saja, namun juga membuat makanan ringan lainnya seperti keripik ketela dan juga beragam keripik berbahan sayuran.

Siti, panggilan akrab wanita ini, memilih membuat makanan ringan khas daerah, karena industri ini banyak dilirik para pelaku usaha. Membuatnya juga gampang, tinggal diajari sedikit, dan bisa dikerjakan sendiri.

“Makanan ringan ini banyak dilirik oleh para pelaku usaha oleh-oleh khas daerah, jadi pasti banyak lakunya. Lagipula gampang mengajari ibu-ibu sekitar, tidak ribet,” jelas Siti.

Pemilik UD Rasa Alam ini mengaku, membuat jajanan khas daerah menjadi peluang yang bagus bagi ibu rumah tangga karena produknya laris sebagai oleh-oleh di semua tempat wisata.

“Keripik tempe yang kami buat ini berbeda dari biasanya karena diolah dengan butiran kedelai yang sangat lezat dan renyah. Meski demikian cita rasa tempe yang khas tetap terasa,” jelas Siti.

Ibu tiga anak ini menambahkan, meski banyak cara mengolah tempe, namun keripik tempe hasil buatan dusunnya ini berbeda. Camilan tempe ini digoreng garing dengan tepung sehingga menghasilkan rasa yang renyah.

| Baca Juga:  Sumur Ambles di Desa Manggis Terjadi Lagi

Usaha yang dilakoni ibu Kasun ini sudah berjalan sekitar 5 tahun. Saat ini ada sekitar 7 ibu-ibu yang menjadi pekerja tetap di perusahaan miliknya itu. “Mereka memiliki peran masing-masing pada perusahaan ini, ada yang bagian menggoreng, mengiris dan juga pengepakan,” ucap Siti.

Hasil olahan dari home industri ini sudah dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh di beberapa kota yang ada di sekitar Kediri diantaranya Surabaya, Malang, madiun, Nganjuk, dan kota lainnya.

Dijelaskan Siti, Membuat keripik tempe tidaklah sulit, hanya perlu ketelitian dan kebersihan. Tempe sebagai bahan baku utama harus didapatkan dari pembuat tempe yang bagus. Hal ini agar pada saat fermentasi rasanya tidak pahit. Kedelai yang bagus juga memudahan pengirisan tempe menjadi lembaran kripik tipis.

“Selain bahan tempe, minyak kelapa yang digunakan harus berkualitas bagus supaya kripiknya wangi dan gurih,” tandasnya.

Kripik tempe buatan Siti ini dijual dengan harga bervariasi. Setiap satu kilogram yang masih belum dikemas dipatok harga Rp 40 ribu. Sementara untuk keripik berbahan baku ketela pohon dipatok per-satu kilogram dengan harga Rp 60 ribu.

Siti berharap, usahanya ini bisa semakin berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja yang semakin banyak. Dirinya juga berharap usahanya dapat menginspirasi para ibu rumah tangga yang ingin mendapat penghasilan tambahan di rumah.(*)

Reporter: Rianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here