Beranda Pemerintahan Langgar Netralitas, 5 ASN di Tulungagung Dipanggil Panwaslu

Langgar Netralitas, 5 ASN di Tulungagung Dipanggil Panwaslu

BERBAGI
Ketua Panwaslu Kabupaten Tulungagung, Endro Sunarko

Tulungagung, AGTVnews.com – Lima Aparatur Sipil Negara (ASN) Tulungagung Jawa Timur dimintai keterangan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tulungagung, terkait adanya dugaan pelanggaran netralitas dalam gelaran Pilkada. Bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan adanya unsur pelanggaran, maka Panwaslu akan memberikan sanksi sesuai rekomendasi dari Pemkab setempat.

Empat dari lima ASN yang diduga terlibat dalam pelanggaran netralitas tersebut diperiksa Panwaslu dalam kurun waktu dua hari. Sementara satu ASN belum bisa memenuhi panggilan Panwaslu karena masih berada di luar kota.

Endro Sunarko, Ketua Panwaslu Tulungagung mengatakan, pelanggaran netralitas tersebut terlihat dari beberapa foto yang dilakukan kelimanya terhadap salah satu pasangan calon.

| Baca Juga:  Gelar Tatap Muka, 2 Siswa dan 4 Tenaga Pendidik di Tulungagung Positif Corona

| Video Rekomendasi untuk Anda:

“Mereka ini, terlihat berfoto bersama salah satu calon. Ini mengindikasikan keberpihakan mereka kepada salah satu calon. Pemanggilan yang kita lakukan ini untuk klarifikasi dulu, benar tidaknya,” jelas Endro, Kamis (19/4/2018).

“Kalau memang benar, nanti sanksi apa yang akan kita berikan kita akan meminta rekomendasi dari institusi tempat mereka bekerja,” ujar Endro leboh lanjut.

Setelah melakukan klarifikasi, Panwaslu akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan apakah ASN yang bersangkutan melakukan pelanggaran atau tidak.

Sementara menurut salah ASN yang datang memenuhi panggilan Panwaslu, mengaku sama sekali tidak mengerti foto yang dimaksud.

| Baca Juga:  Kasus Kebakaran di Tulungagung Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

“Saya tidak tahu foto apa yang dimaksud. Saya sama sekali tidak mengetahuinya. Kemungkinan itu foto saat berziarah ke makam Bung Karno. Tapi pada saat itu, masih belum ada penetapan calon. Jadi saya ya bingung, pelanggaran yang mana?” jelasnya.

Empat ASN yang sudah dikonfirmasi Panwaslu yakni kepala Dispendukcapil Tulungaggung dan tiga orang camat.

Sesuai peraturan dalam undang-undang, ASN diharuskan untuk menjaga netralitasnya selama pelaksanaan Pilkada berlangsung. Mereka dilarang untuk berfoto bersama paslon serta menunjukan dukungan secara terbuka.(*)

Reporter: Wawan Setiawan