Beranda Hukum Kriminal Produsen Miras Oplosan Omset Ratusan Juta Digrebek Polisi

Produsen Miras Oplosan Omset Ratusan Juta Digrebek Polisi

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Produsen minuman keras oplosan beromset ratusan juta Rupiah, digerebek jajaran Polsek Ngadiluwih bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri, Kamis siang (26/4/2018).

Saat digerebek, produsen miras rumahan milik Agung Priyono (58 tahun), yang beralamat di Jalan Tamtama Desa Purwokerto Kecamatan ngadiluwih Kabupaten Kediri ini sedang mengolah bahan baku menjadi miras oplosan.

Hasil penggerebekan tersebut, polisi menyita perangkat pembuatan miras seperti drum besar berkapasitas 200 liter, alat segel tutup botol, serta aneka bahan pembuatan miras diantaranya alkohol 95%, essen dan pemanis buatan. Turut diamankan sebuah mobil minibus yang diduga menjadi alat pengiriman miras ke sejumlah daerah.

| Simak Video Berita Ini:

Wakapolres Kediri, Kompol I made Dhanuardana menjelaskan, pengungkapan produsen miras oplosan ini setelah jajarannya mendapat informasi dari masyarakat perihal adanya pembuat miras oplosan yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi di salah satu rumah warga.

“Berbekal informasi tersebut, jajaran Polsek Ngadiluwih melakukan penyelidikan di lokasi. Awalnya kita kesulitan masuk karena kegiatan produksi dilakukan secara tertutup. Namun berkat ketelatenan kami bisa membongkarnya,” ujar Wakapolres Kediri di lokasi penggerebekan, didampingi Kapolsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati dan Kasat Narkoba AKP Eko Sanusin.

| Baca Juga:  Janda Kurir 27 Gram Sabu Ditangkap Polisi

Air Sumur Dicampur Alkohol

Pantauan reporter AGTVnews.com, rumah yang dijadikan tempat produksi miras oplosan oleh Agung Priyono ini terbilang sedikit tersembunyi. Meskipun berada di jalan raya penghubung Kecamatan Ngadiluwih dengan Kecamatan Kandat, namun lokasinya menjorok ke dalam.

Dari 4 kamar yang juga dijadikan tempat tinggal, salah satu kamar difungsikan untuk meracik miras. Dalam kamar ukuran 3×3 meter tersebut terdapat drum besar berkapasitas 200 liter, ratusan botol kosong, serta alat segel tutup botol.

Dijelaskan Kompol I made Dhanuardana, pembuatan miras oplosan oleh Agung Priyono ini sangat serampangan. “Miras oplosan ini hanya berbahan baku air sumur yang dicampur alkohol 95 persen, essen dan perasa buatan. Perbandingan antara bahan-bahan tersebut juga hanya kira-kira saja,” jelasnya.

Omset Ratusan Juta Diraup

Berdasarkan penelusuran kepolisian, tersangka Agung Priyono ini sudah menjalankan aksinya sejak satu tahun terakhir. Produksi rata-rata tiap hari sebanyak 40 dus miras seharga Rp 225 ribu tiap dus. “Jadi omsetnya Rp 6 juta per hari, atau sekitar Rp 180 juta setiap bulan,” papar Kompol Dhanuardana.

| Baca Juga:  Tawuran Antar Pemuda di Kabupaten Kediri, Polisi Tetapkan Tersangka

Ironisnya, miras oplosan produksi Agung Priyono ini menjiplak miras merek ternama seperti Vodca, Topi Miring, Kuntul dan McDonald. “Jadi tersangka ini punya essen yang bisa menyerupai rasa miras ternama. Lantas dikemas dengan botol dan label yang disiapkan supaya mirip. Harga jualnya dibuat lebih murah,” kata Wakapolres.

Berdasarkan pengakuan tersangka, miras oplosan produksinya baru diedarkan di kawasan Malang Selatan dan perbatasan Blitar. Daerah yang disasar adalah warung-warung di kawasan wisata dan daerah pinggiran kota.

Usai penggeledahan, seluruh barang bukti diamankan di Mapolsek Ngadiluwih dan tersangka Agung Priyono menjalani pemeriksaan intensif di Satreskoba Polres Kediri. Polisi menjerat tersangka Agung Priyono dengan pasal 106 junto Pasal 110 UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here