Beranda Ekonomi Bisnis Produk Berlimpah, Ponpes Ini Ajak Santri Wirausaha Produksi Keripik Salak

Produk Berlimpah, Ponpes Ini Ajak Santri Wirausaha Produksi Keripik Salak

BERBAGI

Nganjuk, AGTVnews.com – Kota Anjuk Ladang di wilayah Propinsi Jawa Timur ini ternyata menyimpan potensi buah salak. Sebagian besar warganya memilih menanam salak di halaman rumah. Dengan kondisi ini, membuat produksi salak melimpah.

Melihat hal itu, Pondok Pesantren Baitul Atied yang ada di Desa Cepoko Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk, mengajarkan pada santrinya mengolah buah salak menjadi panganan ringan dan memiliki nilai ekonomis lebih.

Menurut salah satu santriwati, Nurul Khofifah, pembuatan keripik salak ini karena hasil salak di desa mereka sangat melimpah. Setiap rumah menananm salak, jadi potensinya sangat besar.

| Simak Video Berita Ini:

“Karena setiap rumah di daerah sini semua menanam salak, jadi banyak sekali buah salak. Selain itu juga untuk latihan nanti agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri kita sendiri maupun orang lain,” jelas Nurul.

Pembuatan keripik salak ini sangat mudah, pertama buah salak yang akan dijadikan keripik dipilih dari pohon yang sudah layak untuk dipanen, sehingga buah salak yang nantinya akan diolah tetap terjaga kualitas serta rasanya. Setelah itu buah salak dibersihkan termasuk dari kulit arinya dan direndam dalam air. Perendaman ini berguna agar salak lebih empuk dan juga bersih.

| Baca Juga:  Kebun Kopi Karanganyar Blitar Sajikan Wisata Alam dan Nikmatnya Ngopi

Setelah bersih, buah salak kemudian diris-iris dan ditimbang. Setelah ditentukan berat yang sesuai, irisan salak ini kemudian dimasukkan dalam penggorengan atau ‘vacuum frying’. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk proses penggorengan ini, sehingga didapatkan keripik salak yang renyah dan gurih.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Atied, Fatqurrahman, rasa salak yang berbeda manis dan sepat menjadikan variasi tersendiri bagi kripik salak ini.

“Rasa kripik yang dihasilkan, tergantung dari buah salak yang diolah. kalau buahnya dari varietas manis, maka salak yang dihasilkan juga manis. Tapi kalau dari salak lokal, pasti ada sedikit rasa asam dan sepatnya,” jelasnya.

Pemasaran keripik ini sudah merambah ke beberapa swalayan yang ada di Kabupaten Nganjuk, serta beberapa kota yang ada di sekitarnya. Baik itu melalui penjualan di supermarket ataupun penjualan online.

Diharapkan dengan adanya ilmu kewirausahaan ini, para santri dan santriwati akan menjadi manusia mandiri.(*)

Reporter: Yogi Heru Antono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here