Beranda Hukum Kriminal Lurah Garum Tersangka Kasus Pungli Ajukan Praperadilan

Lurah Garum Tersangka Kasus Pungli Ajukan Praperadilan

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Lurah Garum yang menjadi tersangka kasus pungutan liar (pungli), Bambang Cahyo Widodo (53 tahun) mengajukan praperadilan. Praperadilan ini sudah diajukan ke Pengadilan Negeri tertanggal 27 Maret 2018 dengan nomor register 01/pid/pra/2018/PN.Blt. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Bambang, Mulyono SH.

Menurut Mulyono, apa yang dilakukan pihak kepolisian diduga tidak sesuai hukum. Menurutnya, seharusnya ada penangguhan penahanan terhadap Bambang, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Sama seperti dua Kades yang sebelumnya juga terjaring OTT dengan kasus yang hampir sama. Diantaranya Kades Soso dan Kades Pojok yang tidak ditahan sebelum ada putusan.

| Baca Juga:  Dibayangi OTT, Jukir Adukan Nasib ke DPRD

“Selain itu saat OTT tidak ada cukup bukti, kalau dilihat barang bukti cuma uang dan berkas. Menurut kami itu tidak cukup dan kurang memenuhi syarat,” tegas Mulyono.

| Video Rekomendasi untuk Anda:

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy HP dikonfirmasi terkait hal itu mengakui pihaknya telah menerima surat panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Blitar beberapa hari yang lalu. Dalam surat tersebut sidang pertama praperadilan lurah Bambang di Pengadilan Negeri Blitar dijadwalkan digelar Senin (9/4/2018) pekan depan.

“Kami siap, karena apa yang kami lakukan sudah sesuai prosedur dan undang-undang yang berlaku,” paparnya.

| Baca Juga:  Polisi Patroli ini Selamatkan ODGJ Akan Melahirkan

Sebelumnya Bambang Cahyo Wibowo, Lurah Garum, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini terciduk OTT saat melakukan pungutan liar kepada salah seorang warganya. Bambang diciduk di rumahnya, lingkungan Jurang Menjing, RT 4 RW 1 Kelurahan Garum, Kecamatan Garum. Pungli yang dilakukan tersangka terkait dengan pengurusan sertifikat tanah.

Polisi menyita uang tunai sebesar Rp 9 juta. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan 6 berkas map turunan letter C yang sudah dipecah, serta sebuah HP.(*)

reporter: Ana Alana