Beranda Hukum Kriminal Antisipasi Masuknya Teroris, Aparat Gelar Operasi Gabungan

Antisipasi Masuknya Teroris, Aparat Gelar Operasi Gabungan

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Polres Tulungagung beserta Kodim 0807 Tulungagung dan Satpol PP Tulungagung menggelar operasi gabungan multisasaran untuk mencegah pergerakan pelaku teror Surabaya.

Operasi gabungan yang dilakukan tidak hanya memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas terlebih kendaraan box, namun juga melakukan pemantauan wilayah-wilayah pedalaman, tempat ibadah dan lokasi-lokasi yang dianggap penting, seperti PLTA yang ada di waduk Wonorejo.

banner

“Kami instruksikan untuk melakukan peningkatan pengamanan di tempat ibadah dan lokasi lain yang dianggap vital. Kami bersama dengan TNI dan Satpol PP melakukannya untuk meminimalkan potensi adanya gangguan keamanan di Tulungagung pasca bom di Surababya dan Sidoarjo,” Ujar Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kabagops Polres Tulungagung, Kompol Khoiril yang memimpin langsung kegiatan tersebut.

| Video Rekomendasi untuk Anda:

Tidak hanya itu saja, Polres Tulungagung juga telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pemantauan secara berkala tempat tempat ibadah di seluruh kabupaten Tulungagung.

“Untuk tempat ibadah kita lakukan mobiling dan masing masing polsek melakukan pengamanan terbuka dan tertutup,” imbuhnya.

Selain melakukan antisipasi dengan menerapkan pengamanan terbuka dan tertutup di sejumlah tempat ibadah termasuk gereja dan masjid, Polres Tulungagung bersama dengan TNI melakukan razia gabungan di pintu masuk kota Tulungagung dari arah Surabaya Kediri, tepatnya di wilayah kecamatan Ngantru.

“Kami terjunkan 60 anggota polres dan 15 personil TNI untuk melakukan razia gabungan di Ngantru kali ini. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi adanya pelaku teror dari luar kota yang bisa saja masuk ke Tulungagung,” Ujar Kasat Sabhara Polres Tulungagung AKP Luwi Nurwibowo, Senin dinihari (14/5/2018).

Menurut AKP Luwi Nurwibowo, fokus razia yang dilakukan kali ini pada kendaraan roda empat baik barang maupun penumpang yang masuk ke wilayah Tulungagung. Pemeriksaan dilakukan kepada kelengkapan berkendara maupun barang bawaan.

Dalam razia yang dilakukan selama 90 menit tersebut tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Pihaknya berharap dengan adanya razia seperti ini mampu mempersempit ruang gerak terduga teroris yang berpotensi membuat kekecauan dan teror di wilayah Jawa Timur.

“Alhamdulillah selama lebih dari satu jam kita lakukan razia kendaraan barang dan penumpang, tidak ditemukan barang bawaan yang mencurigakan, kami akan terus melakukan pemantauan di titik-titik lain di wilayah Tulungagung,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here