Beranda Hukum Kriminal Curi HP Balita, Kakek Nyaris Dihajar Massa

Curi HP Balita, Kakek Nyaris Dihajar Massa

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Nekat mencuri sebuah handphone yang dipegang balita, seorang warga Surabaya ini nyaris babak belur dihajar massa. Ariadi (55 tahun) warga Surabaya ini, hanya bisa menyesali perbuatannya.

Kakek dua cucu ini, diketahui akan mengambil handphone yang dimainkan Dinda (4 tahun) di Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol Tulungagung. Namun aksi itu diketahui ibu korban yang langsung berteriak memberi tahu warga sekitar. Beruntung warga berhasil meredam amarah dan menyerahkan pelaku ke polisi.

Menurut Kapolsek Sumbergempol Polres Tulungagung AKP Sukirno, setelah mendapatkan laporan penangkapan aksi pencurian tersebut pihaknya langsung mengamankan tersangka ke Markas Polsek Sumbergempol. “Kita langsung amankan pelaku dari lokasi kejadian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Kamis (24/5/2018).

| Baca Juga:  Pembobolan Gudang Beras, Polisi Kantongi Bukti

Dihadapan petugas, pelaku mengakui perbuatannya yang berusaha mencuri hanadphone seorang bocah. Niatnya uang hasil curian tersebut akan digunakan untuk biaya ke Kalimantan ke tempat anaknya.

“Jadi tersangka ini residivis dan 5 tahun lalu di wilayah Kedungwaru pernah tertangkap tangan oleh masa dan dipukuli hingga babak belur,” lanjutnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti berupa handphone, serta satu unit sepeda motor diamankan di Mapolsek Sumbergempol guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu tersangka mengaku tidak pernah merencanakan aksinya ini. Aksi tersebut dilakukan secara spontan. Saat melihat ada anak kecil yang bermain handphone sendirian di halaman rumah, timbul niatnya untuk mengambil handphone tersebut.

“Saya dari Surabaya naik bis kemudian turun di perempatan rumah sakit lama. Habis itu ngambil kendaraan menuju ke Kalidawir rumah sepupu saya. Di tengah jalan melihat korban bermain handphone langsung saya berubah pikiran dan berusaha mencuri handphone itu,” ujarnya tersangka.

| Baca Juga:  Geger Benda Misterius di Depan Koramil, Ternyata Ini Isinya

Ariyadi menambahkan, belum sempat dirinya pergi dari lokasi, tiba-tiba ibu korban berteriak memanggil warga. Warga kemudian mendorong dirinya hingga jatuh dari sepeda motornya.

“Ibu korban teriak, warga datang saya didorong dan jatuh dari motor, sudah ndak bisa lari saya,” lanjut Ariadi.

“Saya pasrah saja, mau gimana lagi. Meski nanti dihukum 10 tahun penjara,” sesal Ariyadi. Niat Ariyadi untuk menengok anaknya di Kalimantan harus pupus karena mendekam di jeruji besi.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma

| Video Rekomendasi untuk anda: