Beranda Ekonomi Bisnis Elpiji Langka, Pemkab Mengaku Tidak Tahu

Elpiji Langka, Pemkab Mengaku Tidak Tahu

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Selama satu minggu terakhir, sejumlah warga di wilayah Tulungagung kesulitan mendapatkan Elpiji 3 kg. Jika ada, harga yang ditawarkan juga mengalami kenaikan dari harga biasanya.

Salah satu warga Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung, Susan mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. “Susah nyari gas 3 kg. Kemana-mana habis kalaupun ada harganya juga sudah naik,” ujar Susan.

banner

Keluhan yang sama juga disampaikan Yoyok, yang mengaku sudah mencari gas ini hingga 4 kelurahan namun tidak mendapatkan.

| Video Rekomendasi untuk Anda:

“Sudah saya keliling, mulai dari Kutoanyar, Tertek, Botoran sampai Ketanon habis semua. Saudara saya di Sobontoro juga mengeluhkan hal yang sama katanya susah juga nyari elpiji,” keluhnya.

Menaggapi kondisi tersebut Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Tulungagung, Bambang Ermawan justru mengaku belum mendapatkan adanya informasi kelangkaan elpiji tersebut. Berdasarkan pantauannya sejauh ini ketersediaan tabung gas elpiji 3 kilogram masih terpenuhi dan tidak ada kendala, baik pengiriman maupun keberadaanya.

“Ndak itu ndak langka, ditempat saya biasa-biasa normal-normal saja, saya juga belum dapat laporan kalau keberadaanya langka,” tegas Bambang saat ditemui tim liputan, Selasa (8/5/2017).

Sementara itu pemilik pangkalan gas elpiji 3 kilogram, Safaat mengatakan sejak awal bulan Mei ini sudah ada pengurangan pengiriman tabung elpiji yang diterimanya. Jika sebelumnya rata-rata seminggu ada 2 kali pengiriman, saat ini cuma satu kali saja.

| Baca Juga:  Naga Terbang Di Festival Layang-layang Pantai Dlodo

“Mulainya terasa ya bulan Mei ini, biasanya seminggu dikirim 2 kali sekali kirim jumlahnya 100 tabung, lha sekarang cuman sekali pengiriman,” ujar Safaat.

Safat mengaku, dengan pengiriman sebanyak 100 tabung, hanya cukup untuk penjualan dua hari saja, selebihnya stok gas tidak tersedia di pangkalan tersebut. Bahkan, Safaat juga sudah melakukan permintaan dari agen untuk menitipkan uang cash terlebih dahulu, namun ternyata gas tidak segera dikirim.

“Saya diminta kirim uang cash dulu, ya sudah saya lakuin, katanya besoknya dikirim tapi kadang ya ndak langsung dikirim harus nunggu dulu. Ndak tau apa penyebabnya,” jelas Safaat.

Menanggapi keadaan ini, pemerintah Kabupaten Tulungagung hanya menjanjikan akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak diantaranya Hiswanamigas dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Koordinasi ini untuk memastikan keberadaan dan ketersediaan tabung gas di lapangan. Apakah gas yang ada ketersediaanya di lapangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau tidak.(*)

Reporter: Firmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here