Beranda Hukum Kriminal Main Sepak Bola Tarkam, WNA Pantai Gading Diamankan Imigrasi

Main Sepak Bola Tarkam, WNA Pantai Gading Diamankan Imigrasi

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Cote de Ivoire atau Pantai Gading diamankan Imigrasi Kelas II Blitar. Konan Nzue Ange Olivier diamankan petugas saat bermain sepak bola antar kampung (tarkam) di Desa Tunjung Kecamatan Udanawu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Blitar Muhammad Akram mengatakan, keberadaan WNA tersebut diketahui dari adanya informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Saat diamankan WNA berusia 23 tahun itu tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian berupa paspor dan visa.

| Baca Juga:  Grebeg Pancasila di Blitar Sebagai Wujud Kebhinekaan Bangsa

| Video Rekomendasi untuk Anda:

“Dari data sistem informasi keimigrasian terakhir, yang bersangkutan masuk ke Indonesia pada Oktober 2015 lalu melalui bandara Ngurah Rai Bali. Ia datang ke Indonesia menggunakan visa bisnis satu tahun. Pada visa bisnis ini setiap dua bulan sekali harus meninggalkan Indonesia untuk memperbarui visanya,” jelas Muhammad Akram, Senin (7/5/2018).

Selama ini yang bersangkutan tinggal di Manukan Surabaya bersama seorang WNI yang diketahui merupakan istrinya yang dinikahi Januari 2018 lalu. Ia ke Blitar atas ajakan temannya WNA Nigeria untuk bermain bola Tarkam.

| Baca Juga:  Takut Dimarahi Ortu, Siswa SMP Nekat Terjun ke Sungai Brantas

“Keterangannya main bola Tarkam itu hanya hobi atau kesenangan saja, tidak digaji,” jelasnya.

Saat ini Kantor Imigrasi Kelas II Blitar masih memberikan waktu kepada Konan Nzue Ange Olivier untuk menunjukkan dokumen keimigrasiannya. Selama itu pula Konan Nzue Ange Olivier akan ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Blitar.

“Kami berikan tenggat waktu kepada yang bersangkutan hingga bisa menunjukkan dokumen keimigrasian. Selama proses penyelidikan dan menunggu dokumen kami tempatkan yang bersangkutan di ruang detensi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana