Beranda Ekonomi Bisnis Pembangunan Bandara Kediri Masih Kekurangan Lahan

Pembangunan Bandara Kediri Masih Kekurangan Lahan

BERBAGI
Surya Air, salah satu unit bisnis PT Gudang Garam Tbk. (foto: suryaair.co.id)

AGTVnews.com – Rencana pembangunan bandara di Kabupaten Kediri oleh PT Gudang Garam Tbk terus memenuhi target positif. Sempat ditolak masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), akhirnya pemerintah pusat menyetujui bandara impian warga Kediri ini masuk PSN.

Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung menyatakan, perizinan pembangunan bandara dari Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Udara sudah dikeluarkan. Sehingga tidak ada lagi kendala yang mengganjal.

Hanya saja, diluar masalah perizinan masih ada kendala teknis yakni kurang luasnya pembebasan lahan. Ini disebabkan ada pergeseran lokasi dan rencana pengembangan kawasan.

“Memang karena ada pergeseran menjadi kendala teknis, dan dibutuhkan pembebasan lagi untuk bandara Kediri. Karena proyek ini sudah masuk Proyek Strategis Nasional, jadi pemerintah juga akan membantu proses pembebasan lahannya,” jelas Pramono, saat acara peresmian Jembatan Wijayakusuma, Selasa (29/5/2018).

Awalnya bandara Kediri ini memiliki runway sepanjang 2400 meter. Namun ternyata masih dibutuhkan lagi lahan seluas 400-500 hektar. Sebelumnya PT Gudang Garam Tbk sudah menyiapkan lahan sepanjang 2,68 juta meter persegi.

| Baca Juga:  Khawatir Dipatok Pengusaha, Kuburan di Kediri Dijaga Bergiliran

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan memang masih dibutuhkan pembebasan lahan tambahan dari target. Lahan yang tersedia saat ini sudah sekitar 70 persen.

“Yang dibutuhkan relatif 400-500 hektar, saat ini sudah hampir 70 persen,” jelasnya saat mengikuti peresmian Jembatan Wijayakusuma.

Menhub menambahkan, apabila semua pembahasan seleai pada tahun ini, dipastikan pada tahun 2019 bandara ini bisa mulai dikerjakan.

“Untuk runway saat ini 2400 meter, desain sudah ada dan saat ini mulai pembahasan. Apabila pembahasan pada 2018 selesai maka 2019 bisa dikerjakan, untuk runway kelas boeing 737, tapi kita usahakan agar runway bisa menjadi 3000 meter,” pungkasnya.

Meski dibangun oleh pihak swasta, namun pengelolaan bandara nanti akan diserahkan pada korporasi yang ada di bidangnya yakni Angkasa Pura.(*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here