Beranda Pemerintahan Jaringan Internet Lemot, Pemohon KTP El Harus Menunggu Berjam-Jam

Jaringan Internet Lemot, Pemohon KTP El Harus Menunggu Berjam-Jam

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Terkendala jaringan internet, sejumlah pemohon KTP Elektronik (KTP-El) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Tulungagung, harus menunggu hingga 6 jam lebih. Ratusan pemohon KTP El yang mengantri sejak pagi, baru bisa mendapatkan kartu identitas tersebut pada siang hari.

Justi Taufik, Kepala Dispenduk Capil Tulungagung menjelaskan, lambatnya pelayanan kepada pemohon KTP-El karena jaringan internet yang sedang terganggu. “Ya memang jaringan lemot, mau gimana lagi,” Ujar Justi Taufik yang ditemui di ruangannya, Jumat (18/5/2018).

| Video Rekomendasi untuk anda:

Justi mengatakan, masalah jaringan menjadi kendala utama yang harus dihadapi oleh pihaknya. Selama ini Dispenduk Capil hanya bisa menyiasati dengan jalan meminta pemohon yang telah menyelesaikan proses pemberkasan KTP El untuk kembali lagi setelah pukul 13.00. Kemudian setelah waktu yang disepakati, mereka bisa kembali untuk mendapatkan berkas yang diinginkan, baik masih berupa Suket maupun sudah berupa KTP El.

| Baca Juga:  Waspada Tsunami, Warga Pesisir Ikuti Simulasi Tanggap Bencana

“Pemohon yang sudah selesai pemberkasannya diminta datang lagi setelah istirahat jam 13.00 siang. Pada saat itu mereka baru bisa dapat identitas yang diinginkan,” lanjut Justi.

Kendati sering menghadapi masalah jaringan, namun Justi menegaskan pihaknya tetap mampu melakukan perekaman dan pencetakan KTP El dalam jumlah yang cukup signifikan. Hingga awal Mei tahun ini pihaknya telah melakukan perekaman kepada 865.591 jiwa, dari target 851.291 jiwa.

Kondisi ini menggambarkan, bila Dispenduk Capil mampu melayani dari yang ditargetkan. Meski demikian dari data tersebut belum semuanya siap dicetak menjadi KTP-El, sebab masih ada sekitar 9.500 jiwa yang datanya masih belum tunggal.

| Baca Juga:  Miris, Setiap Hari Ada 30 Janda dan Duda Baru di Tulungagung

“Itu datanya sudah lebih 100% perekamannya, memang ada yang belum KTP-El karena masih penunggalan data dan menunggu antrian,” jelasnya.

Penunggalan data yang dimaksudkan, adalah adanya data ganda dengan pemilik yang sama, kemungkinan hal ini terjadi karena dulunya yang bersangkutan pernah memiliki identitas diri lebih dari satu dengan tujuan tertentu. Nantinya jika penunggalan data sudah final, maka pihaknya siap melakukan pencetakan mengingat stok blanko KTP El juga mencukupi.(*)

Reporter: Firmansyah