Beranda Hukum Kriminal Polisi Turun Tangan Kasus Gadis SMP Dihamili Bocah SD

Polisi Turun Tangan Kasus Gadis SMP Dihamili Bocah SD

BERBAGI
AKP Mustijat Priambodo, Kasat Reskrim Polres Tulungagung

Tulungagung, AGTVnews.com – Peristiwa gadis SMP yang hamil oleh pacarnya yang masih kelas 5 SD di Tulungagung, menjadi berita viral selama beberapa hari terakhir ini. Kendati kedua keluarga sepakat untuk menikahkan keduanya namun proses tersebut sepertinya tak akan bisa dengan mudah dilakukan sebab keduanya masih dibawah umur.

TT yang masih kelas 5 SD dan VT yang saat ini kelas 2 SMP sudah kenal sejak tahun 2017 kemudian hubungan keduanya berlanjut hingga VT diketaui hamil 6 bulan, saat memeriksakan diri di Puskesmas pada Senin (21/5/2018) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priambodo mengatakan, pihaknya telah bergerak cepat mendatangi keluarga keduanya untuk mengumpulkan keterangan. “iya ini sudah didatangi oleh anggota saya bersama PSAI. Kita mintai keterangan pihak keluarganya ini masih dalam proses,” ungkapnya, Kamis (24/5/2018).

| Baca Juga:  Kabur, Pelaku Pencurian Motor Ditembak Polisi

Perlu Penanganan Lintas Instansi

Sementara itu Ketua Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung, Sunarto melalui petugas lapangan Sinung Respendi mengatakan, pihaknya bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung telah mendatangi keluarga keduanya untuk dimintai keterangan.

Pada intinya keluarga kedua belah pihak sudah sepakat untuk menikahkan keduanya. Namun pihaknya belum merekomendasikan hal tersebut karena umur keduanya yang masih sangat muda dikhawatirkan pernikahan tersebut akan semakin membuat keduanya tertekan.

Oleh sebab itu dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan case conference, yakni mengumpulkan banyak pihak mulai dari Dinas Kesehatan, Kemenag hingga Dinas Pendidikan untuk membahas masalah ini.

| Baca Juga:  Tidak Pulang, Pelajar 14 Tahun Mengaku Dicabuli Teman Facebooknya

“Fokus kami agar jangan sampai pernikahan yang akan dilaksanakan tersebut membuat keduanya semakin tertekan mentalnya dan memperburuk keadaan, oleh sebab itu perlu case conference,” tuturnya.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here