Beranda Peristiwa Wanita Bercadar Ditolak Penumpang Bus di Terminal Gayatri

Wanita Bercadar Ditolak Penumpang Bus di Terminal Gayatri

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Pasca ledakan bom oleh teroris di sejumlah tempat di Surabaya dan Sidoarjo, kewaspadaan masyarakat mulai terbangun. Salah satunya kejadian viral di media sosial Facebook, yang diunggah salah satu akun Dewi Cintia, Senin (14/5/2018).

Dalam video yang diunggah tersebut terlihat adanya seorang wanita bercadar yang turun dari bus dengan bantuan dari dua petugas Dinas Perhubungan Tulungagung.

banner

Menurut salah satu petugas, yang tidak mau disebut namanya, membenarkan bila wanita yang memakai jilbab merah muda dan bercadar tersebut diturunkan dari bus yang akan ditumpanginya.

| Video Rekomendasi untuk Anda:

“Iya itu memang ada wanita bercadar yang diturunkan dari bus, karena penumpang lain menolak. Tapi gimana ceritanya, nanti tanya polisi saja,” jelas Petugas tersebut.

Dinas perhubungan yang membawa wanita bercadar tersebut kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk melakukan pendataan terhadap wanita bercadar itu.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan pihaknya memang telah menerima laporan adanya peristiwa tersebut, pihaknya juga telah melakukan pendataan dan hasilnya tidak ditemukan adanya barang bawaan yang mencurigakan yang dibawa oleh perempuan tersebut.

| Baca Juga:  Korban Over Dosis Miras di Tulungagung Akhirnya Tewas

“O ya itu, adanya perempuan memakai cadar yang ditolak penumpang bus. Kita sudah mintai keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya,” jelas Tofik Sukendar, Selasa (14/5/2018).

Berdasarkan pengakuannya, perempuan tersebut akan ke Ponorogo. Namun sejak pagi wanita tersebut hanya mondar-mandir saja. Lebih jauh Tofik menjelaskan, pihaknya sempat menawarkan diri untuk mengantarkan yang bersangkutan ke tempat tujuan.

Namun yang bersangkutan menolak dan memilih untuk memberikan nomer handphone milik salah satu ustaz di pondok yang ada di Tulungagung, kemudian pihak pondok datang untuk menjemput.

“Itu santri salah satu pondok yang ada di Tulungagung. Bukan dari Surabaya kok dari wilayah sini saja. Kemudian kami menawarkan untuk mengantarkan tapi yang bersangkutan kekeh tidak mau diantar. Ya sudah, kita hubungi pihak pondok dan mau menjemput yang bersangkutan,” pungkas Tofik. (*)

Reporter: Firmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here