Beranda Pemerintahan Pastikan Perusahaan Bayar THR, Disnaker Bentuk Posko Pengaduan

Pastikan Perusahaan Bayar THR, Disnaker Bentuk Posko Pengaduan

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh para karyawan terlebih karyawan perusahaan swasta. Saat ini terdapat sekitar 500 perusahaan yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung. Ratusan perusahaan ini terdiri dari perusahaan skala besar hingga skala kecil. Mereka ini wajib membayarkan THR bagi karyawannya.

Kepala Disnakertrans Tulungagung, Ir Yumar mengatakan saat ini pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada masing masing perusahaan untuk segera membayarkan THR kepada karyawannya. Sesuai dengan aturan yang berlaku, THR ini wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum hari raya idul fitri.

“Sudah kami kirimkan surat pemberitahuan kepada masing masing perusahaan untuk memenuhi kewajibannya membayarkan THR kepada para pekerjanya sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Yumar.

| Baca Juga:  36 ASN Tulungagung Tidak Ngantor Setelah Liburan

Meski sudah memberikan surat edaran, namun Yumar mengakui adanya keterbatasan keuangan pada masing-msing perusahaan. Pihaknya memaklumi jika ada perusahaan yang baru bisa membayarkan THR kepada karyawannya setelah H-7 lebaran, namun hal itu harus berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan karyawannya.

“Kemampuan keuangannya kan ndak sama, jadi kalau ada yang ndak bisa bayar H-7 sebelum lebaran ya kami masih maklumi lah, asalkan sesuai kesepakatan dengan pekerjanya,” lanjut Yumar.

Untuk besaran nilai THR sendiri, mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku adalah sebesar satu kali gaji untuk karyawan yang telah bekerja minimal selama 12 bulan, sedangkan untuk karyawan yang bekerja kurang dari 12 bulan akan mendapatkan THR sebesar 1/12 gaji dikalikan jumlah bulan yang dijalaninya sebagai karyawan.

| Baca Juga:  Ribuan Warga Antri Sedekah PT Gudang Garam

Yumar menjelaskan, kendati memberikan kelonggaran mengenai waktu pembayaran THR namun pihaknya tetap memantau dan memastikan seluruh pengusaha memenuhi kewajibannya membayar THR para karyawan, dengan jalan membuka posko pengaduan THR.

Posko yang dibuka di kantornya tersebut dibuka hingga beberapa minggu setelah lebaran, harapannya jika ada karyawan yang merasa hak-haknya belum terpenuhi agar melaporkannya ke posko tersebut.

“Kita juga pantau pembayaran THR melalui Posko yang kami buka di kantor sebagai pengaduan, jika ada pengusaha yang tidak membayarkan kewajibannya,” pungkas Yumar.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma

| video rekomendasi untuk anda:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here