Beranda Hukum Kriminal Jual Bubuk Mesiu, Dua Mahasiswa Ini Diamankan

Jual Bubuk Mesiu, Dua Mahasiswa Ini Diamankan

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Dua mahasiswa diamankan Satreskrim Polres Tulungagung, karena kedapatan menjual bubuk mesiu yang masuk dalam golongan bahan peledak. Dua mahasiswa yang diamankan tersebut Adip Minarul (22 tahun ) dan Viqy Nizarul (23 tahun) keduanya warga desa Gilang kecamatan Ngunut Tulungagung.

Selain keduanya, polisi juga mengamankan satu warga Blitar yakni Muchammad Subhan (33 tahun) selaku penjual bahan bubuk mesiu.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar mengatakan, penangkapan 3 orang tersangka jual beli bubuk mesiu ini merupakan pengembangan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian. Hingga akhirnya pada Sabtu kemarin (2/6/2018) pihaknya berhasil menangkap 2 mahasiswa di pabrik Kunir Ngunut saat melakukan transaksi.

“Jadi kami menangkap keduanya saat transaksi jual beli bubuk mesiu ini di wilayah pabrik kunir Ngunut, kemudian temuan tersebut kita kembangkan, asal muasal bubuk mesiu tersebut,” ujarnya, Selasa (5/6/2018).

| Baca Juga:  Aktor Intelektual Dibalik Akun Puji Ati Segera Terungkap

Temuan tersebut dikembangkan, hingga akhirnya mengarah pada pelaku penjual bahan tersebut yakni Muhamad Subhan, yang ditangkap di rumahnya.

“Nah untuk satu tersangka ini tugasnya menyuplai bubuk mesiu kepada warga Tulungagung ini, ini masih kita kembangkan dari mana dia dapat bubuk tersebut, bukan tidak mungkin didapat dari luar kota,” jelas Tofik.

Tofik menjelaskan, selain mengamankan 3 tersangka, pihaknya mengamankan 17,5 Kilogram bubuk mesiu yang dijual dalam beberapa paket siap edar, 11 selongsong kertas untuk petasan, serta 71 sumbu petasan. Polisi juga mengamankan satu sepeda motor yang digunakan untuk melakukan transaksi.

Dalam melakukan aksinya, pelaku membeli satu kilogram bubuk mesiu seharga Rp 220 ribu kemudian dijual kembali dengan harga Rp 235 ribu. Sementara sumbu petasan juga ikut diperjual belikan.

| Baca Juga:  Pemkot Kediri Tindak Lanjuti Kasus Penggrebekan Inul Vista

“sejauh ini mereka ini murni membeli bubuk mesiu untuk petasan, belum ada indikasi untuk kegiatan teroris, jadi mereka ini beli seharga Rp 220 ribu perkilo dan dijual lagi Rp 235 ribu perkilo kepada pemilik home industry,” jelas Tofik.

Tofik menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka dihadapan pihak kepolisian, mereka hanya memperjual belikan bubuk mesiu dan tidak meracik atau merakit petasan. Bubuk mesiu yang telah dibeli tersebut akan dijual kembali kepada pihak lain yang diduga merupakan home industri petasan di wilayah sekitar Tulungagung.

Akibat perbuatannya, kini ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma