Beranda Hukum Kriminal Sakit Hati Karena Tatapan Mata, Kakak Beradik Keroyok Penjaga Warung

Sakit Hati Karena Tatapan Mata, Kakak Beradik Keroyok Penjaga Warung

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Sakit hati hanya karena tatapan mata, kakak beradik dan dua rekannya di Tulungagung ini melakukan pengeroyokan. Korban pengeroyokan tersebut yakni Ali Rohmatul Yanuar (22 tahun) warga desa Moyoketen kecamatan Boyolangu Tulungagung. Diketahui, Ali merupakan penjaga warung di sekitar Pinggir Kali (Pinka).

Pelaku yang melakukan pengeroyokan, yakni kakak beradik Adil Unggul Prasetyo (30 tahun) dan Muhammad Fauzi (22 tahun) warga kelurahan Kutoanyar, kemudian Ade Tegar (28 tahun) warga Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru dan Yunias Rendra (24 tahun) warga kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

Menurut Kapolsek Kota Polres Tulungagung, Kompol Mukalam, korban ini mendapat pesan WA untuk datang ke salah satu warung. Di warung tersebut pelaku sudah menunggu dan kemudian mengeroyok korban.

| Baca Juga:  Ratusan Polisi Jalani Tes Urin, Satu Terdeteksi Positif

“Korban datang karena di WA, katanya gara-gara tatapan mata korban kepada salah satu tersangka, akhirnya menimbulkan dendam. Salah satu pelaku kemudian mengajak temannya untuk menemui korban, ” ujar Kompol Mukalam, Rabu (6/6/2018).

Mukalam menambahkan, di awal pertemuan tersebut korban sudah mengatakan tidak ada maksud dan niat apapun dari tatapan mata korban. Namun penjelasan dari korban ini justru disambut pukulan oleh pelaku secara bersama-sama.

“Keributan yang terjadi itu, memancing reaksi warga. Warga meminta mereka bubar dan tidak melanjutkan aksi keributannya tersebut,” jelas Mukalam.

| Baca Juga:  Bejat, Bapak di Tulungagung Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil 7 Bulan

Namun peringatan warga tersebut tidak digubris tersangka. Mereka memilih untuk melanjutkan ‘urusan’ tersebut di lapangan Kutoanyar.

“Ternyata perkelahian tersebut tidak dilanjutkan, karena tersangka dipanggil pulang orangtuanya. Meski demikian korban tetap melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian,” ujar Mukalam.

Korban menderita luka dibagian leher dan kepala dan langsung melapor ke kepolisian. Empat tersangka saat ini telah diamankan di Mapolsek Tulungagung kota, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma