Beranda Hukum Kriminal Polda Jatim Ungkap Prostitusi Online, Kapolres Akan Lakukan Pendalaman

Polda Jatim Ungkap Prostitusi Online, Kapolres Akan Lakukan Pendalaman

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Adanya pengungkapan kasus prostitusi online di Tulungagung oleh tim Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada Minggu (27/05) yang lalu, mengagetkan banyak pihak, termasuk Polres Tulungagung.

Selama ini prostitusi online hanya identik terjadi di kota besar dan bukan kota kecil seperti Tulungagung. Terlebih, prostitusi online tersebut dibongkar di salah satu hotel ternama yang kerap menjadi ikon Tulungagung.

Menanggapi hal ini Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar berterimakasih dan memberikan apresiasi dengan adanya temuan dari Polda Jatim tersebut. “Kami ucapkan terima kasih kepada Polda Jatim karena membantu mengungkap kasus prostitusi online di Tulungagung,” ujar Kapolres.

| video rekomendasi untuk anda:

Tofik menegaskan, temuan Polda Jatim tersebut menjadi early warning yang harus direspon oleh semua pihak di Tulungagung, termasuk pihak kepolisian. Oleh sebab itu dalam waktu dekat pihaknya akan membahas hal ini dengan pihak terkait guna meminimalkan pontensi serupa terjadi lagi.

Tofik menjelaskan, untuk melakukan pengintaian dan pemantauan kejahatan berbasis teknologi diperlukan peralatan yang canggih dan informasi yang akurat. Meski saat ini polres Tulungagung sudah memiliki tim Cyber Troops namun tim yang dibentuk tersebut difokuskan untuk memantau akun-akun yang ada kaitannya dengan peta politik yang ada di Tulungagung, sehingga tidak mengarah pada prostistusi.

| Baca Juga:  Ternyata, Mucikari Prostitusi Online di Blitar Juga Sediakan LC 

Namun dengan adanya temuan ini, bukan tidak mungkin pihaknya akan mengembangkan fokus pemantauan tim cyber ke akun-akun yang berpotensi terhubung dengan bisnis prostitusi online.

“Memang sudah ada tim Cyber Troops tapi tim yang dibentuk itu fokus untuk memantau pilkada. Kedepannya bisa saja kita kembangkan fokusnya ke sana juga untuk memantau akun-akun prostitusi online,” jelas Kapolres.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kanit III Asusila Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Edi Herwiyanto mengatakan pengungkapan kasus prostitusi online ini merupakan buah kerja keras timnya yang selama ini mengintai pergerakan tersangka melalui twitter. “Awalnya kita pantau lewat twitter setelah itu di japri melalui WA,” ujarnya.

Hingga akhirnya disepakati untuk dilakukan transaksi di salah satu hotel yang ada di Tulungagung. Edy menjelaskan, anggotanya yang menyamar sebagai pemakai jasa PSK tersebut langsung mengamankan 6 orang yang terdiri dari mucikari dan PSKnya.

| Baca Juga:  Bisnis Prostitusi di Blitar Terbongkar dari Razia Pasangan Mesum

“Ada 6 orang yang diamankan, mucikari dan PSKnya yang selama ini beroperasi di kediri dan Tulungagung,” jelas Kompol Edy.

Enam tersangka yang diamankan ini mengaku sudah selama satu tahun terakhir menjalani bisnis ini. Mereka yang diamankan yakni WT (31 tahun ) warga Surabaya, MA (29 tahun), NN (18 tahun), IA (19 tahun), BL (19 tahun) dan YL (20 tahun) Warga Tulungagung.

YL mengaku mereka menyewakan jasa pemuas nafsu dengan tarif 700 ribu rupiah untuk sekali kencan dengan syarat uang yang dijanjikan harus diselesaikan sebelum booking hotel dilakukan.

Kini 6 tersangka ditahan di Mapolda Jatim, mereka dijerat dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dan atau pasal 55 KUHP jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.(*)

Reporter: Firmansyah
Editor  : Linda Kusuma