Beranda Hukum Kriminal Kasus Paspor Palsu, Pesepakbola Pantai Gading Diserahkan ke Kejari

Kasus Paspor Palsu, Pesepakbola Pantai Gading Diserahkan ke Kejari

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Pesepakbola asal Pantai Gading, Konan Nzue Olivier (23 tahun) digiring ke Kejaksaan Negeri Blitar oleh Imigrasi Klas II Blitar. Konan ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Imigrasi Blitar karena menggunakan paspor palsu.

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Blitar Muhamad Akram mengatakan, awalnya Konan diamankan pihak imigrasi saat bermain bola antar kampung di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu.

Saat itu Konan tak bisa menunjukkan paspornya. “Kami akhirnya memberikan waktu kepada Konan untuk menunjukkan paspor yang dimiliki,” tutur Muhamad Akram, Kamis (5/7/2018).

Konan pada akhirnya bisa menunjukkan paspor miliknya. Saat itu, Konan menunjukkan dua paspor. Satu paspor asli Republik De Cote D’Ivoire (Pantai Gading) dengan nomor: 12AD67768 atas nama Konan dikeluarkan oleh PAF pada 5 April 2013 dan berlaku sampai 4 April 2018. Sementara satu lagi Paspor palsu Republik De Cote D’Ivoire dengan nomor: 17AP38740 yang dikeluarkan PAF pada 7 Mei 2018 itu, berlaku sampai 6 Mei 2023.

| Baca Juga:  Distribusi Terhenti Penyebab Kelangkaan Garam

“Dalam perjalanan penyelidikan, kemudian yang bersangkutan bisa menunjukkan paspornya. Tapi ternyata paspor asli milik Konan ternyata sudah habis masa berlakunya. Sedangkan paspor satu lagi yang ditunjukkan Konan ternyata adalah sebuah paspor palsu,” terangnya.

Dugaan paspor palsu ini juga dibuktikan oleh laboratorium forensik Ditjen Imigrasi.

“Hasil penyelidikan, paspor itu dibuat di negaranya Pantai Gading. Kami masih telusuri siapa yang membuatkan Konan paspor palsu ini,” jelas Akram.

Dari apa yang dilakukan, Konan melanggar tindak pidana keimigrasian pasal 119 UU No 6 tahun 2011, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda pidana maksimal Rp 500 juta.

Sebelumnya, Konan diamankan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kecamatan Udanawu pada 27 April 2018. Keberadaan Konan berawal dari informasi masyarakat sekitar yang melihat ada warga negara asing ikut kompetisi sepak bola antar kampung. Saat diselidiki, ternyata Konan tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasinnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here