Beranda Peristiwa Kemenangan Sahto Dinilai Mencederai Semangat Pemerintahan Bersih

Kemenangan Sahto Dinilai Mencederai Semangat Pemerintahan Bersih

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Kemenangan Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tahun 2018 membuat heran kalangan peneliti dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mengingat status Syahri Mulyo yang menjadi tersangka korupsi oleh KPK.

Image tersangka kasus korupsi yang selama beberapa dekade ini selalu menakutkan dan tidak didukung masyarakat, rupanya tidak terjadi di Kabupaten Tulungagung. Ini tercermin saat petahana mampu mengungguli pesaingnya dengan selisih suara cukup telak sekitar 20%.

Hal inilah yang membuat Kemendagri merasa kecolongan. Sebab semangat Kementerian Dalam Negeri untuk mencetak pemerintahan yang bersih telah diciderai dengan adanya dukungan masyarakat terhadap tersangka korupsi.

| Baca Juga:  Warga Tolak Cabup NORMA Hadiri Pengajian

“kalau melihat ini Kecolongan iya memang kecolongan, karena kami ingin pemerintahan yang bersih ya,” ujar Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, Sofyan Muslim, Kamis (12/7/2018) di kantor KPU Tulungagung.

Sofyan mengakui, Kabupaten Tulungagung bukan satu-satunya kabupaten yang pemilihan kepala daerahnya dimenangkan oleh paslon yang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena yang bersangkutan tetap bisa mengikuti kontes politik kendati telah ditetapkan menjadi tersangka.

Namun yang membuat pihaknya perlu melakukan pendalaman adalah alasan masyarakat masih mempercayai kepemimpinan seorang tersangka untuk memimpin kembali daerahnya.

“Nah jangan-jangan masyarakat yang sudah permissive (membolehkan) dengan tindakan-tindakan yang menjurus ke arah korupsi. Padahal kita di pusat sudah menggencarkan stop pungli dan macam-macam. Lha kalau di bawah tidak seperti itu jangan-jangan informasinya belum sampi dan sosialisasinya kurang massive?,” lanjut Sofyan penuh keheranan.

| Baca Juga:  Minta Persetujuan Surat Suara, KPU Kota Kediri Undang 3 Paslon

Baginya semangat untuk memilih pemimpin yang pintar, pandai dan cerdas serta usianya yang masih muda memang perlu dilakukan, namun memilih pemimpin yang bersih dan tidak terjerat dengan tindakan hukum seperti korupsi juga tak kalah pentingnya.

“Pemimpin tidak hanya yang sekedar mumpuni, pintar atau cukup matang namun bagaimana mereka ini memiliki visi untuk membangun masyarakat ke depannya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Yusuf Saputro