Beranda Ekonomi Bisnis Kerajinan Kayu Jati Bekas Jadi Kap Lampu Unik nan Cantik

Kerajinan Kayu Jati Bekas Jadi Kap Lampu Unik nan Cantik

BERBAGI
kediri hari ini

AGTVnews.com – Berbekal kayu jati bekas yang sudah tidak terpakai, Agung Irianto, warga perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan Pojok Kota Kediri mampu menciptakan kap lampu unik. Kap lampu ini bahkan laku dengan nilai yang cukup tinggi dan dipasarkan di beberapa daerah di Jawa Timur.

Laki-laki 54 tahun ini awalnya hanya iseng membuat kap lampu tersebut. Bahkan dirinya sama sekali tidak memasarkan hasil garapannya itu. Namun, warga sekitar yang melihat, ternyata justru tertarik untuk membelinya. Mengetahui karyanya laku dijual, akhirnya Agung memproduksi masal karyanya tersebut.

“Awalnya sih iseng–iseng membuat lampion. Tidak sangka ternyata tetangga banyak yang minat, dan akhirnya kita pasarkan,” ujar Agung.

Usaha pembuatan kap kayu dari kayu jati bekas ini, sudah satu tahun ditekuninya. Dalam satu hari, Agung bisa membuat kerajian ini hingga dua buah. Hasil kerajinan tersebut berupa kursi klasik, meja, lampu tidur hingga lampion.

Menurut Agung, proses pembuatan kerajinan klasik ini relatif mudah, hanya membutuhkan ketekunan saja. Limbah kayu jati dipotong-potong menjadi bagian kecil. Setelah itu diiris tipis-tipis berbentuk persegi panjang dengan ukuran 2 x 5 sentimeter. Proses pemotongan yang dilakukan hanya menggunakan pisau dapur.

| Baca Juga:  Perajin Miniatur Barongsai Kebanjiran Pesanan

”Proses yang agak sulit adalah saat kita memotong kayu jati yang dipipihkan berbentuk persegi panjang sekitar 10 cm. Potongan ini kemudian direkatkan di lampion,” jelas Agung.

Untuk pemasaran, dirinya memilih metode pemasaran secara online. Selain itu Agung juga menawarkan dari mulut ke mulut. “Untuk sementara pemasaran ya melalui mulut ke mulut dan beberapa kali kita mengguanakan sistem online,” tuturnya.

Untuk saat ini, hasil karya Agung dibandrol dengan harga mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu. Harga yang ditawarkan ini tergantung dengan kerumitannya. Sayangnya, hingga saat ini usaha yang digelutinya itu belum mendapat perhatian dari pemerintah. “Harapannya ya semoga pemerintah tahu dan membantu kita. Entah itu untuk pemasaran maupun hak paten produk kita,” pungkasnya.(*)

Reporter: M Ubaidillah
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here