Beranda Tips Trik Keren, Difabel Ini Touring Keliling Jawa Bersama Komunitas Motor

Keren, Difabel Ini Touring Keliling Jawa Bersama Komunitas Motor

BERBAGI
tulungagung hari ini

AGTVnews.com – Acungan jempol patut diberikan kepada Suroso, seorang difabel asal Tulungagung ini. Meski dengan kondisi terbatas, namun Suroso ternyata memiliki sebuah komunitas motor. Dengan komunitas motornya ini, Suroso sudah seringkali melakukan touring ke berbagai kota di pulau Jawa.

Komunitas motor tempat Suroso bergabung merupakan Komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) wilayah Tulungagung. Anggotanya merupakan para difabel yang memiliki kecintaan terhadap motor, sama seperti Suroso. Para anggota DMI ini memiliki motor yang sudah dimodifikasi, agar bisa mereka gunakan dengan aman dan nyaman.

Laki-laki 37 tahun, warga Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ini setiap harinya bekerja sebagai tukang service handphone. Dirinya mengaku, tidak bisa lepas dari kendaraannya. Karena kendaraan tersebut dibutuhkan Suroso untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.

“Modifikasi ini dikerjakan di bengkel Blitar. Sudahh lama sekali, tujuannya ya biar bisa dipakai sehari-hari tetap bisa beraktifitas dan juga untuk touring,” ujar Suroso saat ditemui tim liputan, Kamis (26/7/2018).

Touring menjadi agenda rutin Suroso bersama 40 rekan sesama difabelnya di DMI Tulungagung. Komunitas yang didirikan sejak 7 tahun lalu untuk mewadahi difabel yang mencintai dunia otomotif. Baginya tidak ada kota di Jawa Timur ini yang belum pernah dia kunjungi.

| Baca Juga:  Asyiknya Balap Tamiya Sembari Menunggu Berbuka

Selain dalam rangka touring, kunjungan tersebut juga untuk menyambung silaturahmi dengan rekan sesama difabel yang tergabung dalam wadah serupa di masing-masing kota.

“Semua kota sudah pernah saya datangi. Bertepatan pas anniversary DMI di kota tersebut, akhirnya temen-temen sekalian touring ke kota tersebut,” ucap bapak satu anak itu.

Suroso mengaku, lokasi touring paling jauh yang pernah dia tempuh adalah Kabupaten Klaten di Provinsi Jawa Tengah. Diperlukan waktu sekitar 8 jam untuk bisa sampai di Kabupaten Klaten.
“Paling jauh pernah ke Klaten, itu berangkat jam 09.00 pagi nyampe sana jam 17.00 wib,” jelasnya.

Tak terhitung berapa banyak moment-moment yang telah diikuti, kendati mengaku lebih banyak menemukan momen yang menggembirakan, namun salah satu momen yang paling dia ingat yakni ketika anggotanya mengalami masalah rantai motor yang putus di tengah jalan. Alhasil touringnya harus diwarnai dengan aksi tarik tambang agar semua bisa sampai ke tujuan.

“Banyak sukanya, tapi kalau yang diingat itu pas ada yang rantai motor putus akhirnya digeret sama teman-teman jadi kaya tarik tambang,” pungkas Suroso.(*)

Reporter: Firmanto Imasnyah
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here