Beranda Tips Trik Koleksi Helm Retro, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan

Koleksi Helm Retro, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan

BERBAGI
blitar hari ini

AGTVnews.com – Berawal dari hobi mengkoleksi helm retro atau helm jaman old, Arik Prasetyo Budi, pemuda warga Jalan Musi gg 1 no 8 Dawuhan Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar ini, justru mendulang rupiah. Setelah memposting koleksi helm retro miliknya di media sosial, Pemuda 26 tahun ini justru kebanjiran pesanan helm tersebut.

“Awalnya iseng, helm koleksi saya itu saya posting di facebook. Ada netizen yang tertarik dan mau membeli. Akhirnya saya jual, ternyata malah banyak pesanan,” jelas bapak dua anak ini.

Saat ini, Arik mulai mengembangkan binis jual beli helm retro produksi tahun 90an miliknya. Di workshopnya, Arik menyediakan berbagai macam model dan warna helm retro. Mulai dari full face dan berbagai model lainnya. “Sekarang ini sedang proses memasang spon dalam helm pesanan pelanggan,” ungkap Arik saat ditemui, Senin (23/7/2018).

| Baca Juga:  Manfaatkan Pipa Paralon, Sopir Travel di Jombang Jadi Pengrajin Lampu Hias

Arik mengaku, biasanya dirinya mendapatkan cangkang atau bagian luar helm saja. Sedangkan dalamnya sudah tidak ada atau rusak. Untuk itu setelah mendapatkan stok ia langsung memasang spon sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

“Biasanya yang perlu dibenerin foam atau spon bagian dalam. Untuk cat bagian luar yang kotor paling hanya dibersihin sedikit. Agar warnanya keluar lagi. Karena pelanggan biasanya justru suka yang warna aslinya. Semakin orosinil semakin banyak yang minat semakin tinggi pula harganya,” jelas Arik.

Arik mendapatkan stok helm jadul dari beberapa pasar loak, tukang loak hingga pasar barang bekas online. Di Blitar keberadaan helm keluaran 90an sudah jarang ditemukan. Tak jarang ia harus mendatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan beberapa kota besarlainnya.

| Baca Juga:  Kreatif! Anggota Satpol PP ini Sulap Kayu Limbah Jadi Poster Keren

“Belinya antara Rp 6 hingga Rp 30 ribu perbuah. Ditambah ongkos perbaikan biasanya untuk yang biasa dijual lagi Rp 60 ribu. Tapi kalau yang full face atau orang-orang sering nyebutnya helm cakil bisa sampai Rp 150 ribu. Harga ini belum biaya modifikasi bagian corong fentilasi pernafasan. Ditambahi dengan kawat rajut size paling kecil biar seperti aslinya. Kalau yang model ini paling mahal. Saya bisa jual antara Rp 350 sampai 600 ribu,” paparnya.

Pelanggan biasanya membeli helm retro darinya untuk dijadikan pajangan ataupun dipakai kembali. Arik mengaku baru satu tahun menjalani bisnis baru ini. Dari peluang bisnis baru ini ia mendapatkan tambahan penghasilan hingga Rp 1 juta per bulan.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma